Untukmu yang Ingin Berhijrah, Cara Sholat Taubat dan Kapan Waktu Sholat Taubat ?



Sangatlah besar dosa orang yang menunda-nunda taubat, atau yang sengaja berniat melakukan dosa dengan alasan akan  bertaubat kemudian  diatas dosanya itu.

Kita memang tidak digalakkan melakukan perkara ini. Namun, kelemahan jiwa kita sebagai manusia, kadangkala menjebak kita dalam perbuatan dosa yang sama hingga berkali-kali, walaupun sudah bertaubat pada mulanya..

Apakah dalam keadaan  sedemikian kita layak untuk bertaubat? lalu bagaimana tata cara shalat taubat dan ayat-ayat apa yang harus dibaca?, seperti yang dilansir dari salamdakwah.com

Dalil tentang disyariatkannya shalat taubat

Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ

“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.” (HR. Ahmad 48, Abu Daud 1523, Turmudzi 408, dan dishahihkan al-Albani)

BACA JUGA: Semoga Kita Bukan Diantaranya, Inilah 5 Ciri Orang yang Tidak Diterima Shalatnya

Tata Cara Shalat Taubat

1. Berwudhu dengan sempurna (sesuai sunah). Rukun dan syarat sah berwudhlu harus di lakukan dengan benar.

2. Shalat dua rakaat, tata caranya sama dengan shalat pada umumnya

3. Tidak ada bacaan khusus ketika shalat. Anda bisa membaca al-Fatihah kemudian membaca surat apapun yang anda hafal.

4. Berusaha khusyuk dalam shalatnya, karena teringat dengan dosa yang baru saja dia lakukan.

5. Beristigfar dan memohon ampun kepada Allah setelah shalat.

6. Tidak ada bacaan istigfar khusus untuk shalat taubat. Bacaan istigfarnya sama dengan bacaan istigfar lainnya, misalnya: astaghfirullah wa atuubu ilaih…

7. Inti dari shalat taubat adalah memohon ampun kepada Allah, dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Allahu a’lam.

Cukup niat dalam hati, tanpa perlu melafazhkan niat tertentu.

Kapan waktu pelaksanaan? Tidak ada keterangan waktu pelaksanaannya, boleh dilakukan siang atau malam hari. Bahkan di waktu terlarang untuk shalat sekalipun, seseorang boleh melakukannya. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,


وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ


“Demikian pula shalat taubat ( termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat [Ini maksud perkataan Ibnu Taimiyah dalam penjelasan sebelumnya] ). Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua raka’at. Lalu ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakr Ash Shiddiq.” [ Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, 23/215, Darul Wafa’ ]
Top