Tips Jitu Lulus Ujian Praktik SIM C, Untukmu yang Sering Gagal di Angka 8!


Sudah banyak alat transportasi yang beredar di negara ini membuat banyak pula para pengendara yang melenggang bebas di jalanan. Mulai dari mobil dan motor, semuanya berbeda model dan guna yang pastinya digunakan untuk menunjang mobilitas pengendara. Nah, berbicara mengenai kendaraan masa kini, misalnya saja motor, apa saja yang harus dilakukan bagi para pengendara motor sebelum mengendarainya?

Ya, bagi pengendara motor yang ingin berkendara, sangat diwajibkan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Wajib, karena jika ketahuan tidak memiliki SIM akan ditilang dan berakhir pada sidang. Nah, untuk mendapatkan SIM, biasanya peserta diharuskan mengikuti dua ujian, yakni teori dan praktik. Jika lolos pada ujian teori maka bisa langsung berlanjut pada ujian praktik. Ujian ini mengharuskan para peserta pencari SIM untuk mencoba mengendarai sepeda motor pada lintasan khusus.

Baca juga : Sering Cancel Order Gojek Online? Tonton Video Ini Sebelum Melakukannya!

Setiap polres memiliki jumlah lintasan yang berbeda-beda. Ada yang menyediakan dua atau tiga lintasan. Normalnya, tersedia lintasan lurus, angka 8 dan zig-zag. Untuk lintasan lurus, sebagian besar biasanya lulus dengan mudah. Namun untuk dua lintasan lainnya, khususnya lintasan berbentuk angka 8, banyak yang gagal melakukannya. Lintasan ini memang dianggap sulit, karena bentuknya yang sedikit rumit. Terlebih lintasan tersebut memiliki lebar yang kecil dan dibatasi dengan beberapa tiang di bagian pinggirnya.

Lalu kenapa harus wajib mengikuti ujian ini?


Ujian praktik SIM memang harus dilalui demi kepentingan pengendara juga lo. Tidak hanya sekadar mengendarai motor, namun juga untuk melatih keseimbangan dan mengatur kecepatan. Jika kamu sering gagal dan tak kunjung mendapatkan SIM hanya gara-gara lintasan ini, coba trik mudah ini deh!

1. Jangan sungkan bertanya


Saat di jelaskan oleh petugas usahakan memperhatikan dan bertanya. Kenapa bertanya? Karena akan mengurangi keraguan saat kita uji praktek dan juga mencairkan suasana.

2. Tentukan motor


Pilih Motor tipe bebek bertransmisi manual, kenapa?  Karena akan berhubungan pada teknik mengemudi.

3. Latihan sebentar


Minta izin untuk berputar-putar sebentar (bukan di jalur uji praktek) untuk menyesuaikan kendaraan sekaligus pemanasan. Karena kondisi kendaraannya pasti berbeda dengan kendaraan Anda di rumah.

4. Bersiap


Posisikan motor Anda di garis awal. Tarik napas, tenang, baca doa sebentar. Lalu masukkan persneling langsung ke gigi 2. Kenapa gigi 2? Karena kalau kita menggunakan gigi satu tarikannya terlalu spontan yang nantinya bisa menggangu keseimbangan dan konsetrasi.


Baca juga : Sering Merasakan Lelah? Jangan Diabaikan, Simak Penyebabnya!

5. Penggunaan rem.


Lupakan rem tangan, fokus di rem kaki saja. Saat mengendara. Saat melaju di lintasan uji praktik, pastikan bukaan gas tidak terlampau besar dan dalam kondisi stabil. Jangan membuka tutup gas karena malah akan mengacaukan konsentrasi. Berkendaralah seperti saat kita melewati banjir, dimana kita harus menahan gas agar air tidak masuk melewati knalpot.

6. Fokus


Berjalan perlahan, tetap injak pedal rem. Jangan takut kampas rem habis, toh bukan motor kita juga, kuncinya ada di kordinasi pedal rem kaki dan keseimbangan. Kalau motor terlalu pelan, lepas rem sedikit tapi kalau motor terlalu cepat injak pedal rem sambil menyeimbangkan agar tidak menyenggol patok dan kaki menyentuh tanah.

Harus diingat bahwa posisi bukaan gas harus tetap stabil dari awal sampai akhir. Dan tidak perlu oper gigi, biarkan mesin terdengar kasar yang penting anda bisa melewati rintangan. Perhatikan arah panah di bawah agar tidak salah arah. Selamat mencoba dan semoga berhasil mendapatkan SIM C!
Top