Tak Pernah Patah Semangat! Gadis Ini Terus Berjuang Melawan Penyakit Aneh yang Menyerang Kulitnya



Namun apa salahmu? Apa dosa yang telah saya lakukan sehingga aku dikutuk dengan penyakit ini. Saya ingin hidup."

"Tolong bantu saya, jika Kamu bisa," begitulah pesan yang gadis ini sampaikan pada Mirror.co.uk.

Bersyukurlah bagi kita yang memiliki kondisi tubuh yang normal.

Shalini Yadav, 16, seorang gadis India harus menderita penyakit langka yang membuat kulitnya mengeras.

BACA JUGA: Kisah Saudagar Kaya dan Burung Buta yang Menjadi Bahan Renungan

Ia harus mengolesi tubuhnya dengan menggunakan pelembab untuk memperlambat proses pengkakuan kulit.

Lebih nahasnnya, Shalini harus di keluarkan dari sekolah karena kondisi yang dideritanya.
Murid-murid di sekolah tersebut ketakutan ketika melihat Shalini.

Anak tertua dari keluarga kurang mampu ini tidak dapat memperoleh dukungan yang cukup untuk pengobatannya.

Orangtuanya sendiri telah terbebani dengan biaya kehidupan sehari-hari 8 anggota keluarga termasuk kakek nenek Shalini.



Dokter mendiagnosa gadis 16 tahun ini mengalami eritroderma dikutip Mirror.co.uk diteruskan tribunnews.com.

Eritroderma merupakan penyakit inflamasi kulit yang juga dikenal dengan "red man syndrome".
Hingga saat ini belum ada pengoabtan khusus yang dapat menangani keluahan ini secara sistemik.

Penyakit ini menyebar keseluruh bagian tubuh, yang kemudian menjadi bersisik dan mengelupas.
Kulit Shalini hampir selalu terkelupas setiap 45 hari semenjak ia lahir.

Ia harus merendam tubuhnya di dalam air setiap satu jam sekali, baik siang ataupun malam.

Anak pertama ini juga harus mengolesi tubuhnya dengan lotion setiap tiga jam sekali untuk mengindari kekeringan pada kulitnya.



Ibunya, Devkunwar mengatakan, " Shalini telah menderita penyakit ini sejak kecil.

Kita telah berkunjung ke beberapa dokter namun belum ada satupun yang dapat menyembuhkannya.

Bahkan kondisinya menjadi semakin buruk.

Saya merasa tidak berdaya saat harus melihat kulitnya terkelupas, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa kepada anak saya.

Penyakit ini tidak membunuh anak saya, tetapi mengambil kehidupannya sedikit demi sedikit."
Ia menambahkan bahwa lebih baik meninggal dari pada hidup dalam penderitaan.

Dua saudara Shalini, Sejal (15), dan Price (8) beruntung karena dilahirkan dalam kondisi normal.
Mereka tidak perlu menghadapi permasalahan besar yang diderita oleh kakaknya.

Shalini mengatakan: " Saya ingin belajar , namun mereka mengeluarkanku dari sekolah karena para murid takut melihat kondisiku"

"Setiap orang di keluargaku menderita karena kondisi medisku ini"

"Namun apa salahmu? Apa dosa yang telah saya lakukan sehingga aku dikutuk dengan penyakit ini. Saya ingin hidup."

"Tolong bantu saya, jika Kamu bisa."
Top