Sehat Tak Perlu Mahal, Jaga dengan Memaafkan! Kok Bisa?


Maaf mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan. Memaafkan dengan tulus memerlukan kematangan pribadi. Bahkan, kemampuan memaafkan menjadi prasyarat kesehatan jiwa. Memaafkan diri sendiri dan orang lain dapat melindungi seseorang dari stres dan baik untuk kesehatan mental lho! , demikian menurut sebuah studi baru yang dimuat dalam Journal of Health Psychology.

Baca juga : Tua-Tua Keladi, Makin Tua Makin Berseri, Ini Caranya!

Dalam studi itu, para peneliti melihat efek dari stres pada kesehatan mental seseorang, dan membandingkan kesehatan mental orang-orang pemaaf dengan orang yang tidak begitu pemaaf. Untuk melakukan hal ini, mereka meminta 148 orang dewasa muda untuk mengisi kuesioner untuk menilai tingkat stres, kecenderungan mereka untuk memaafkan, serta kesehatan mental dan fisik mereka.

Peneliti melihat, orang-orang dengan paparan dendam dan tekanan yang lebih besar selama masa hidup mereka memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih buruk. Namun, para peneliti juga menemukan, orang-orang yang sangat pemaaf baik kepada diri mereka sendiri maupun orang lain, karakter itu mampu mengeliminasi hubungan antara stres dengan penyakit mental.

"stres pada orang pemaaf hampir seluruhnya terhapus," kata penulis studi Loren Toussaint, seorang profesor psikologi di Luther University di Iowa.

"Jika Anda tidak memiliki kecenderungan memaafkan, Anda akan merasakan efek stres dengan cara yang tidak tanggung-tanggung. Anda tidak memiliki penyangga terhadap stres itu. "

Bagaimana kepribadian memaafkan bisa melindungi seseorang dari stres, masih sulit untuk dijelaskan. Para peneliti menduga, orang-orang yang pemaaf mungkin memiliki keterampilan mengelola dan mengatasi stres dengan lebih baik. Atau, reaksi mereka terhadap stres cenderung menjadi tumpul.


Baca juga : Hi Ladies, Jangan Berbagi Lipstik dengan Temanmu Agar Tak Seperti Ini!

Sampel relawan dalam studi ini adalah sampel kecil, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami manfaat menjadi orang yang pemaaf. Namun, Toussaint mengatakan, ia percaya 100 persen bahwa pengampunan dapat dipelajari.

Banyak terapis mental bekerja untuk menumbuhkan rasa pengampunan dalam diri pasien-pasiennya. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mengucapkan doa pendek tentang pengampunan atau meditasi singkat dapat membantu orang menjadi lebih pemaaf.
Top