Pasangan Suami Istri yang Patut Kita Teladani

Komentar

Foto: IG Kurniawan_Gunadi

Di zaman media sosial ini, banyak sekali orang-orang yang menyebarkan foto-foto pribadinya. Mulai foto sedang makan sendiri, dengan teman kantor, hingga bersama pasangan. Tak sedikit orang juga merasa iri kepada pasangan suami istri yang memposting kemesraan mereka di media sosial.

Sepertinya, aktivitas mengagumi pasangan suami istri di dunia maya sudah harus diakhiri. Ya, karena itu hanya duania maya. Kita tak pernah tahu bagaimana kehidupan asli mereka. Benarkah hidup mereka adem seperti foto yang mereka share?

Dalam postingan instagram baru-baru ini, Kurniawan Gunadi, seorang penulis asal Yogjakarta membuat netizen sadar bahwa sebenarnya pasangan suami istri yang patut dicontoh adalah orang tua kita sendiri. Meskipun mereka tidak selalu harmonis, namun banyak hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan mereka. Ya, kita bisa belajar dari mereka. Tak perlu media sosial untuk memahami sebuah pernikahan. Dikutip dari islampos, berikut caption yang ditulis oleh Kurniawan Gunadi dalam akun Instagramnya.

Baca Juga: Kisah Tangan Tukang Batu yang Dicium Rasulullah

“Siapakah pasangan (suami istri) yang pantas kita jadikan contoh? Mereka bukanlah selebriti yang diulas di media massa, bukan artis instagram yang kemesraannya di unggah ke mana-mana, bukan pula cerita dongeng yang hanya menjadi angan-angan belaka. Sebab mereka adalah orang tuamu sendiri. Belajarlah dari pernikahan mereka. Sebab itulah yang paling dekat dan nyata denganmu. Tentu tidak semua rumah tangga orang tua kita selamanya harmonis, tapi satu hal yang pasti. Kita bisa belajar dari pernikahan mereka. Hal-hal terbaik darinya bisa kita ambil, yang buruk bisa kita ganti dengan lebih baik di keluarga yang nantinya kita bina. Tidak pernah ada pemberitaan, tidak juga ada caption panjang yang melenakan. Sebab pernikahan mereka adalah kenyataan yang kita saksikan. Kenyataan yang kita temui dan kita menjadi saksi atas perjalanannya hari demi hari. Jangan keliru mengambil pelajaran, jangan terlalu banyak berangan-angan. Sebab hidup kedepan itu penuh ujian, semuanya perlu di hadapi, bukan cuma diimpikan.”
Top