NGERI! Ibu Ini Tolak Beri ASI dan Menganggap Bayinya Dikutuk. Lha Bayinya Seperti Ini...

Seorang ibu di India menolak untuk menyusui putrinya yang baru lahir, ia malah berkata jika bayinya itu dikutuk dan terlihat lebih mirip alien. Ibu bernama Priyanka Kumari (25) itu menolak menolak perawat yang hendak memberikan anaknya yang baru saja ia lahirkan (31/1).



BACA JUGA: Membela Diri Gara-gara Dilecehkan, Lihat yang Terjadi Pada Tangan Wanita Ini..

Dikutip dari tribunnews, bayi yang belum diberi namai itu, memang memiliki kelainan fisik berupa pembesaran kepala dan ditutupi oleh sebuah temputung kulit. Matanya pun juga sedikit keluar.

Kelahirannya membuat gempar warga di distrik Chakiya. Warga disana langsung berdatangan ke rumah keluarga tersebut yang berada di Banshgat, India, untuk melihat bayi itu secara langsung. Tak sedikit juga yang memberikan doa dan percaya bahwa anak tersebut adalah reinkarnaasi dari dewa Hindu. Tetapi Priyanka dan suaminya Balindra Mahto, 34 tahun, percaya bahwa "anak itu dikutuk."

Ibu dari bayi iyu malah berkata: ”Aku mengutuk diriku sendiri atas ini. Ketika aku melihatnya pertama kali, aku sangat kaget. Aku berpikir sendiri - bagaimana mungkin aku melahirkan sesuatu seperti ini? Sekarang, aku khawatir dengan masa depannya. Aku berdoa kepada Tuhan dan berharap bayi laki-laki atau perempuan yang sehat.”

"Aku tak pernah berpikir dalam mimpiku bahwa aku akan mengalami kejadian yang sangat traumatis seperti ini. Bayi perempuan ini tidak normal seperti anak lainnya."

Suaminya Balindra mengatakan: "Aku sangat bingung. Aku tak tahu harus melakukan apa. Aku hanya mengikuti instruksi dokter di rumah sakit. Tuhan bisa saja memberiku bayi yang sehat. Tetapi apapun yang terjadi, ini untuk kebaikan. Aku berdoa ia memiliki kesehatan di masa depan." Bayi tersebut mengalami kondisi kelainan genetis langka yang dinamakan Harlequin Ichthyosis.”

DR. Rajan Sinha yang membantu proses bersalin menganggap jika hal ini terjadi karena malnutrisi dan disbebakan pergeseran kulit ditambaj kecacatan. "Kesehatan si ibu baik, tetapi kami tidak bisa mengatakan yang sama kepada si bayi. Untuk kasus seperti ini, kemungkinan selamatnya adalah 1 dibanding 10 juta kasus."
Top