My Trip My Adventure di Surga? Siapa yang Nolak!


Sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban kala merasakan penat setelah disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk setiap hari, maka yang dibutuhkan biasanya adalah refreshing atau santai sejenak demi menunjang kesehatan dan kreatifitas. Orang yang rutin merelaksasikan diri, bukan hanya perasaan senang saja yang di dapat, akan tetapi juga mampu meminimalisir depresi.

Melepas penat juga bermacam-macam jenisnya, antara lain meluangkan waktu kosong untuk berolahraga, membaca buku kesukaan, hingga pergi menonton. Namun yang paling banyak digandrungi saat ini, yakni berplesiran ke sebuah tempat tertentu.

Baca juga : Berhenti Mulai Sekarang! Jangan Lagi Bandingkan Hidupmu dengan Mereka

Sebagian umat muslim contohnya, yang disibukkan dengan berjalan-jalan keliling Indonesia atau bahkan dunia. Mereka gemar mengunjungi tempat-tempat wisata, berjelajah ke gunung, pantai, danau dan tempat-tempat lainnya. Ketika pergi berpetualang atau jalan-jalan tersebut, tentunya mereka harus membayar dengan sejumlah uang yang cukup banyak. Ini tak menjadi penghalang bagi mereka.

Dunia ini memang sangatlah luas dan indah, jadi sayang rasanya jika tidak sempat berkunjung ke tempat-tempat yang indah dan belum pernah dijejaki. Baik itu untuk tujuan piknik, rihlah, mengagumi ciptaan Allah, atau bersenang-senang. Namun, seandainya seorang muslim itu lebih sibuk menuntut ilmu, belajar Al Quran dan Hadits, beramal sholeh dan mencintai perbuatan kebaikan lainnya, tentu itu jauh lebih utama baginya.

Allah berfirman,

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Berlomba-lombalah kamu (mengerjakan amal kebaikan) untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan kamu dan (untuk mendapatkan) Surga yang luasnya seluas langit dan bumi” (QS. Al Hadid : 21).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi pernah bercerita mengenai penduduk surga yang paling terakhir masuk surga. Ia merupakan penduduk surga yang paling rendah derajatnya. Allah berfirman kepadanya (setelah mengeluarkannya dari neraka), “Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya”.

Balasan di akhirat paling rendah saja adalah surga yang luasnya 10 kali lipat dari bumi kita sekarang. Padahal ini adalah derajat penghuni surga yang terendah. Maka alangkah baiknya jika seorang muslim lebih banyak melakukan amal shaleh demi menggapai surgaNya daripada disibukkan dengan travelling, adventure dan semisalnya.


Baca juga : Lupa Berbakti Kepada Orangtua? Siap-siap saja Ancaman Allah Ini Terbukti!

Kelak, muslim yang taat akan mendapat ganjaran berupa surga. Di dalam surga yang luasnya sepuluh kali lipat dibanding dunia itu ia bisa ber-travelling, ber-adventure sepuasnya. Sebenarnya tidak ada larangan untuk melakukan travelling, adventure, namun ada baiknya jika seorang muslim lebih banyak mempersiapkan bekal semasa hidup dengan banyak beramal shaleh.

Allah berfirman,

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. Al Hadid : 20).

Tidak rugi rasanya kalau tidak sempat berkeliling dunia. Di surga kelak, dengan luasnya yang amat sangat, kesempatan itu tentu akan dapat diperoleh dengan perasaan yang lebih mengembirakan. Lagipula, Allah telah mengingatkan kita bahwa dunia hanyalah kesenangan sesaat.
loading...
Top