Menjemput Cinta Dengan Berkahnya Ikhtiar

Komentar

Setiap orang pasti mendambakan pasangan hidup yang saleh dan kehidupan rumah tangga yang barakah, sakinah, mawaddah wa rahmah. Namun, pernahkah kita berfikir, untuk mendapatkan hal tersebut ada hal penting yang harus kita perhatikan? Ya, tentunya ada konsekuensi yang harus dilakukan guna mewujudkan semua mimpi tersebut agar menjadi nyata.  

Menjemput barakah dengan sebaik-baiknya cara, mengapa demikian?
Karena, hidup yang barakah adalah sebuah keajaiban, yaitu keajaiban yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman.

Lantas, siapakah orang-orang yang beriman tersebut?
Orang-orang yang beriman adalah orang yang meyakini dengan hati, membenarkan dengan lisan, dan mengamalkannya dalam perbuatan. Semua itu ia lakukan hanya untuk Allah SWT. 

Dalam hati mereka, tidak ada lagi keraguan, ketakutan, bahkan rasa galau sedikitpun. Karena ia yakin, bahwa segala ikhtiar dan doa yang dipanjatkannya tidak ada yang bernilai sia-sia. Dan, selalu yakin dalam setiap hal yang dilakukannya dengan cara yang baik semata-mata untuk mendapatkan barakah dan ridho Allah. Terlebih, dalam hal ikhtiar mencari jodoh. 
Menurut Ustadz Salim A. Fillah, kunci barakah itu terletak pada keimanan dan ketakwaan. Dimana, dari keimanan itulah yang menguatkan kita untuk terus beramal saleh berdasarkan yang telah dituntunkan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Dan melalui ketakwaanlah yang menjaga dan mengingatkan kita dengan rasa malu atas adanya pengawasan Allah selama hidup kita. 

Tidak seperti yang kebanyakan orang lain lakukan, melakukan pencarian pasangan hidup melalui pacaran yang hingga akhirnya terjerumus dalam lubang perzinahan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Sehingga, cepat atau lambat hal itu justru mengundang murka Allah dalam proses sebelum atau sesudahnya dikarenakan caranya yang salah.
Dalam hal ini Ustadz Salim A. Fillah pernah menjelaskan, "Gejala dari barakahnya sebuah pernikahan adalah kejujuran ruh, terjaganya proses dalam bingkai syariat, dan memudahkan diri."
Top