Lakukan Cara Yang Tepat Untuk Mendidik Anak Ketika Dia Sedang Bertengkar Dengan Temannya



Pertengkaran yang terjadi diantara anak-anak memang biasa terjadi. Biasanya anak akan saling ejek, tapi jika sudah berlanjut ke perlawanan fisik, segeralah pisahkan anak.

Berikan nasihat pada mereka bahwa pertengkaran itu tidak baik. Buat mereka berdamai, berjabat tangan, dan saling meminta maaf serta memaafkan. Lalu bermain bersama kembali.

BACA JUGA : Tendang Aku Sekuatnya Ibu.. Jika Itu Memang Yang Terbaik Untukku

Namun, kita juga harus menyelidiki mengapa anak bisa melakukan perbuatan seperti itu. Apakah anak tersebut hiperaktif, karena anak yang hiperaktif sulit untuk mengontrol perbuatannya dan kerap menimbulkan keonaran.

ika anak Anda memiliki teman yang provokator dan memicu pertengkaran, yang harus dilakukan sebagai orang tua adalah menyipakan mental anak. Bagaimana caranya?

Inilah tips menyiapkan mental anak dari teman yang provokator:

Tidak Membalas

Meskipun kita juga geram, tapi jika ada teman anak kita yang direbut barangnya, dipukul, atau diejek, mintalah untuk tidak membalas melainkan menghindarinya. Menghindar lebih baik karena dengan begitu tidak akan muncul perkelahian. Katakan pada anak untuk memaafkannya dan mungkin ia melakukan hal tersebut karena khilaf.

Beri Contoh yang Baik

Sebagai orang tua, kita harus memberikan contoh yang baik berupa sikap yang kita lakukan. Misalnya anak bandel tidak mau tidur, maka jangan langsung membentak dan marah-marah. Berikan penjelasan secara lemah lembut pada anak.

Dengan melihat contoh yang seperti itu, anak juga akan terbiasa menghadapi masalah tanpa kekerasan. Dan pertengkaran pun dapat dihindari.

Tidak Menyimpan Dendam

Pertengkaran yang dilakukan oleh anak biasanya adalah pertengkaran sepele, dan mereka pun cepat berbaikan. Tapi, bisa saja anak menjadi sakit hati dan dendam, misalnya tidak akan meminjamkan mainannya lagi pada teman tersebut.

Sebagai orang tua, kita harus memberi pengertian bahwa mendendam itu tidak baik. Jika sudah berdamai, maka peliharalah persahabatan itu lagi. Siapa tahu di masa depan, teman anak kita ini akan menjadi penolong anak kita.

Tingkatkan Percaya Diri Anak

Jika anak diejek karena masalah fisik, misalnya rambut kribo, gendut, pesek, dan lainnya, berikan sisi positif pada anak. Misalnya, "Kamu memang gendut, tapi kamu jago gambar loh!". Dengan begitu, anak bisa lebih percaya diri meskipun ia diejek dan memiliki motivasi untuk meningkatkan keahliannya.

Minta Pertolongan

Jika teman anak kita akan menyakiti anak, berikan arahan pada anak untuk meminta pertolongan pada orang yang lebih dewasa, misalnya orang tua, kakak, guru, dan lainnya.

Ketika anak terancam akan dijahili atau dipukul teman, anak bisa meminta pertolongan pada orang yang lebih dewasa sehingga pertengkaran tidak terjadi. Selain itu, minta anak untuk menceritakan duduk permasalahannya tanpa harus dibuat-buat.

Kerja Sama dengan Guru

Anak perlu diarahkan untuk tidak menjadi provokator. Di sekolah, orang tua bisa bekerja sama dengan guru dan di rumah orang tua juga harus melihat perkembangannya. Dengan kerja sama seperti ini, diharapkan provokator pembuat onar dapat ditangani.
Meskipun sebagai orang tua kita juga gemas melihat anak dipukul, namun bijaknya jangan menyuruh anak untuk melawan pukulan tersebut.
Top