Kita Tak Lebih Mulia dengan Menganggap Rendah Orang Lain


Pemimpin yang menjadi pembantu masyarakat akan lebih dihargai.

Berharga. Barangkali kata ini yang menjadi dambaan setiap manusia. Menjadi berharga di mata manusia adalah hal yang paling banyak diusahakan oleh kebanyakan orang saat ini.

Meminta jabatan, berusaha menduduki kursi penting, memiliki kewenangan, berharta untuk menjadi orang terpandang, dan lain sebagainya. Memang dihargai merupakan hal yang paling membanggakan.

Dikutip dari islampos.com, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan pada kita untuk selalu menghargai orang lain agar dihargai, tidak harus dengan mengejar dunia. Seperti membalas salam dengan yang semisalnya atau yang lebih baik.

Dan jika itu tidak terjadi, maka sesuatu yang tidak ada tidak akan memberikan hasil apapun. Orang yang ingin dihargai oleh orang lain, dan meminta orang lain untuk menghargai dirinya sementara ia tidak menghargai orang lain sebagaimana mestinya, seperti orang yang mencari butiran emas di tumpukan pasir, atau seperti orang yang mencari potongan bara di kubangan air.

Sudah jadi fitrah manusia, pasti merasa senang jika dirinya dihargai. Dan sudah menjadi hak setiap muslim untuk dihargai. Maka jika kita bertemu dengan muslim yang lain, hendaklah kita menghormatinya, menyambutnya dengan muka yang manis, membuat hatinya senang, memanggilnya dengan nama yang paling ia sukai, dan bergaul secara baik dengannya, serta tidak mengurangi haknya sedikitpun. Dan merupakan sebuah kegagalan dan kerugian bagi suatu kaum, jika tidak menerapkan sikap saling menghargai antar sesama.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : Cukuplah seseorang itu dianggap jahat, bila ia meremehkan saudaranya sesama muslim,” (HR. Muslim)

Dan orang yang paling berhak untuk dihargai adalah orang yang paling banyak ilmu dan amal sholihnya. Diriwayatkan dari Umar bin al-Khatthab radhiallahu ‘anhu bahwasannya Nabi saw. bersabda : “Sesungguhnya dengan kitab ini Allah swt. mengangkat derajat suatu kaum, dan dengannya pula menghinakan yang lain,” (HR. Muslim)

Baca Juga: Miskin dalam Sudut Pandang Islam

Dan termasuk bentuk penghargaan adalah menghargai para penuntut ilmu. Rasulullah saw. bersabda :

“Akan datang pada kalian sekelompok orang yang hendak menuntut ilmu, jika kalian menemui mereka maka katakanlah pada mereka : Selamat datang wahai wasiat Rasulullah, dan ajarilah mereka!"( HR. at-Turmudzi, ibnu Majah)

Dan diantara bentuk penghargaan adalah yang muda menghargai yang lebih tua dari dirinya, atau yang lebih utama dari dirinya. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu saat tahu jawaban dari pertanyaan Rasulullah saw. saat beliau menanyakan tentang pohon yang menyerupai orang mukmin, namun ia enggan untuk menjawabnya. Ia berkata : Sebenarnya aku ingin menjawab : itu adalah pohon kurma. Tapi karena aku paling muda diantara yang hadir, maka aku tetap diam,” (HR. Bukhori dan Muslim).

Oleh karena itu, kita sebagai seorang muslim harus senantiasa menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia ini, niscaya orang lain akan menyukai kita dan hati mereka akan selalu terpikat dengan keberadaan kita. Wallahu’alam.
loading...
Top