Ketika Seorang Muslimah Memilih Pasanganya Hanya Karena Ketampanannya



Saudariku yang Allah rahmati, pada dasarnya di bolehkan seorang muslimah memilih seorang lelaki sebagai calon pasangan hidupnya berdasarkan salah satu faktor kecenderungannya karena ketampanan. Semua kembali kepada pertimbangan dan kecenderungan masing-masing.

Sebagaimana kita ketahui masalah ketampanan atau kegantengan ini pun relatif, tiap orang mempunyai penilaian dan dengan standarnya masing-masing.

Perihal pilih memilih, seorang muslimah mempunyai hak memilih lelaki yang shalih dan ganteng untuk menjadi calon pendamping hidupnya kelak, dan hal ini tanpa mengurangi keutamaan dari laki-laki yang shalih namun kurang rupawan, karena hakikatnya seseorang dinilai bukan pada rupawanya ia namun kepada takwanya ia kepada Allah.

BACA JUGA: Untuk Ukhti yang Sedang Haid, Ini Tips Menjaga Hati Tetap Dekat Dengan Allah

Hak-hak ini pun berlaku ketika datang adanya lamaran dari seorang lelaki yang menurut seorang muslimah ini tidak ada ketertarikan atau kecenderungan jatuh hati kepadanya maka di perbolehkan menolak lamarannya

sebagaimana Asy Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafidzahullah mengatakan bahwa, “Apabila engkau tidak berhasrat untuk menikah dengan seseorang maka engkau tidaklah berdosa untuk menolak pinangannya, walaupun ia seorang laki-laki yang shalih.

Karena pernikahan dibangun di atas pilihan untuk mencari pendamping hidup yang shalih disertai dengan kecenderungan hati terhadapnya.”Namun bila engkau menolak dia dan tidak suka padanya karena perkara agamanya, sementara dia adalah seorang yang shalih dan berpegang teguh pada agama maka engkau berdosa dalam hal ini karena membenci seorang mukmin.

Hal ini juga didasarkan kepada perkataan Umar bin al Khattab radhiyallahu ‘anhu mari kita cermati berikut ini:

قال عمر رضى الله عنه: لا تزوجوا بناتكم من الرجل الدميم فانه يعجبهن منهم ما يعجبهم منهن

Umar radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Janganlah kalian nikahkan anak gadis kalian dengan laki-laki yang bertampang jelek karena wanita itu menyukai laki-laki yang ganteng sebagaimana laki-laki itu menyukai perempuan yang cantik” [Takmilah al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab karya jilid 17 hal 214 karya Muhammad Najib al Muthi’i, terbitan Maktabah al Irsyad, Jeddah KSA]

Untukmu wahai saudariku sebagai pertimbangan janganlah menikah hanya karena faktor ketampanan saja karena ia faktor yang akan usang dilekang waktu namun tambahkanlah faktor akhlak dan agamanya karena ia akan setia menemanimu sampai surgaNya kelak, keberkahan, kenyamanan, kententraman dalam sebuah biduk rumah tangga bukan karena faktor ketampanan namun disanalah faktor agama dan akhlak ada.


loading...
Top
loading...