Ketahui, Supaya Ibadah Tak Hanya Disandingkan dengan Hiburan!


Ibadah merupakan hal yang harus dilakukan oleh semua orang, terlebih lagi bagi umat muslim yang menjalankan ibadah, misalnya sholat, secara teratur dan setiap hari. Bukan untuk menjadikan ibadah sebagai patokan kerajinan kita dalam mencari pahala, namun lebih dari itu, ibadah merupakan hal terindah yang dilakukan manusia, karena bukan hanya kepada Allah SWT, namun juga kepada manusia lain seperti berbuat baik, bersedekah, dan bersilaturahim.

Baca juga : Al-Fatihah, Bukan Hanya Pembuka Saja, Ketahui Pula Makna Istimewanya!

Namun di jaman sekarang ini, masih banyak yang menganggap ibadah hanya untuk melepas penat dari kesibukan yang menyita. “Mungkin kamu kurang piknik!”. Begitu tanggapan seseorang ketika kita dilanda pikiran yang tidak fokus, dilanda boring time dan seperti orang yang menderita bipolar yang emosinya tak jelas arah.

Mungkin benar, kita kurang piknik. Coba diingat kembali, kapan terakhir Anda piknik? Tiga bulan lalu? Enam bulan lalu? Atau setahun yang lalu? Baik, jika kurang piknik, bisa dengan berkunjung ke pantai, gunung, ataupun sekedar pergi nongkrong dengan teman-teman untuk membicarakan hal yang menyenangkan dan pastinya berguna.

Ketika piknik sudah tuntas, bagaimana pikiran kita? Apakah kembali fresh? Ya, sangat fresh.

Bila piknik sering dijadikan dalih dan dalil untuk kembali fresh, bisa habis waktu, uang dan tenaga kita hanya untuk piknik. Padahal sholat dan ibadah lain bisa kita jadikan sarana istirahat, bisa kita jadikan sarana piknik otak dan hati.

Imam Hasan Al-Banna pernah mengatakan, “Iman yang sejati, ibadah yang shahih dan mujahadah (bersungguh-sungguh) dalam beribadah dapat memancarkan cahaya dan menghasilkan manisnya ibadah…

Sementara itu, Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ibadah yang diperintahkan oleh syariat adalah perpaduan antara ketaatan sempurna dan kecintaan yang penuh.”

Ada kata-kata “manis” dalam nasihat Imam Syahid Hasan Al-Banna di atas. Ini menunjukkan sesuatu yang lezat, nikmat dan ceria. Dan ada kata-kata “kecintaan yang penuh” dalam nasihat Ibnu Taimiyah yang menandakan sebuah keindahan, tanpa beban, rasa yang ingin lagi dan lagi. Kedua unsur tersebut seperti yang kita dapatkan ketika piknik. Indah, nikmat dan ingin mengulanginya lagi.

Dalam sebuah dauroh murobbi di kawasan Ragunan, Ustadz Abur Riza Zulkarnaen, Lc., memberikan cara-cara agar meraih kelezatan beribadah:


Baca juga : Apa Jadinya Jika Setan "Seret"? Simak Alasannya Disini!

1. Berusaha semaksimal mungkin untuk selalu taat kepada Allah sehingga terbiasa dan senang dengannya.
2. Menjauhi dosa. Baik yang bersifat kecil atau besar.
3. Meninggalkan makanan, minuman, pembicaraan dan pandangan yang berlebihan.
4. Hendaklah seorang hamba merasakan bahwa ibadah yang dilakukannya ini adalah sebagai wujud ketaatan dirinya kepada Allah dan guna mengharap keridhaan Allah.
5. Hendaklah seorang hamba menyadari bahwa semua ibadah yang dilakukannya ini tidak sia-sia dan tidak akan menghilang.
6. Hendaklah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
7. Atur waktu dengan baik (manajemen waktu)

Sebenarnya kita bisa memberikan parameter pada diri sendiri, apakah ibadah yang kita kerjakan sudah membuat kita merasakan sebuah kelezatan atau belum. Misalnya saja ketika tilawah Alquran. Apakah ingin cepat selesai atau ingin berlama-lama dengan sungguh-sungguh?

Kesimpulan yang bisa diambil adalah, boleh saja menganggap ibadah sebagai piknik dan melepas penat. Akan tetapi ketahui pula bahwa ibadah harus dikerjakan dengan bersungguh-sungguh dan tulus hati. Bukan hanya sebagai pengembali semangat, namun lebih dari itu, sebagai usaha untuk meraih ridha Allah SWT dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
loading...
Top