Ibu, Ternyata Ini Kesalahan Memasak yang Bikin Gemuk!


Siapa yang tak suka makan? Makan merupakan kebutuhan untuk bertahan hidup, hanya saja beberapa orang menjaga pola makan agar tetap fit dan bentuk tubuh bisa optimal. Selain itu, berolahraga dan istirahat yang cukup juga sangat penting untuk menjaga kesehatan. Salah satu yang paling utama yakni pola makan. Jaga dengan mengonsumsi makanan sehat atau bisa juga dengan memasak sendiri di rumah.

Bukan rahasia lagi bahwa memasak di rumah lebih sehat daripada makan di luar. Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Juni 2015 dalam jurnal Public Health Nutrition menemukan bahwa memasak di rumah dapat membantu seseorang mengonsumsi lebih sedikit, lemak, karbohidrat, dan gula daripada makan di restoran.

Baca juga : Ciri Orang Tak Bahagia yakni Mandi Lama, Mitos atau Fakta?

Tapi, itu bukan hal yang mutlak. "Makanan rumahan bisa sama tidak sehatnya dengan makanan restoran jika masih menggunakan bahan-bahan dan metode masak yang tidak sehat," kata Jackie Topol, MS, RD, seorang ahli diet terdaftar dan ahli gizi kuliner di New York City. Menurut Topol, inilah empat kesalahan memasak yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan, dan cara memperbaikinya demi kesehatan.

1. Mencontoh resep 100%


Tergoda resep yang dilihat di TV yang terlihat lezat, tetapi mungkin porsinya berbahaya untuk ukuran pinggang. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2015 dalam jurnal Appetite menemukan, bahwa wanita yang menonton acara memasak dan kemudian menyontohnya sama persis, memiliki BMI lebih tinggi dari orang yang mendapatkan resep dari media cetak atau sumber online.

Perbaiki: Jangan takut untuk memodifikasi resep, kata Topol. Misalnya, jika pada resep tertulis pasta biasa, ganti dengan pasta gandum utuh. Atau, jika pada resep dikatakan harus menggunakan saus salad tertentu, bisa juga menggantinya dengan saus salad buatan sendiri yang kadar gulanya sudah dikurangi.

2. Mengabaikan rak bumbu


Setiap ibu rumah tangga pasti memiliki simpanan bumbu dan rempah-rempah yang tersusun cantik di dapur. Itu bukan pajangan yang bisa dilupakan begitu saja lho. Paprika, bumbu kari, kayu manis, dapat menambah lezat masakan tanpa harus menambah kalori. Selain itu, rempah-rempah sarat antioksidan, juga dapat membantu menangkis penyakit.

Perbaiki: Mulai bereksperimen dengan bumbu dan rempah-rempah dalam masakan. Misalnya, taburi kunyit di atas beras atau bubuk paprika ke dalam telur orak-arik untuk sarapan pagi.

3. Menggunakan terlalu banyak minyak


"Banyak orang tidak menyadari berapa banyak kalori yang mereka konsumsi karena minyak," kata Topol. Hal ini terutama berlaku untuk minyak untuk menggoreng.

Bahkan, jika para ibu hanya menggunakan minyak zaitun sebagai penyedap rasa, itupun masih mungkin kalau menggunakannya secara berlebihan. Satu sendok makan minyak zaitun mengandung sekitar 120 kalori. Angka yang cukup tinggi.

Perbaiki: Masih dianjurkan menggunakan lemak sehat seperti minyak zaitun saat memasak, tapi batasi hanya sekitar 80 kalori. Gunakan sendok ukur untuk memastikan saja tidak menuangkannya terlalu banyak.


Baca juga : Aturan Ketat Rokok Australia, Efektifkah?

4. Mencicipi bahan-bahan masakan


Para ibu pasti tidak menghitung kalori dari masakan yang dicicipi ketika memasak. "Bahkan gigitan kecil dari bahan-bahan yang akan dimasak dapat menambah jumlah lemak di dalam tubuh, jika tidak berhati-hati," kata Topol.

Perbaiki: Siapkan irisan selada atau mentimun saat menyiapkan bahan-bahan masakan. Saat timbul keinginan mencicipi keju, krim, dan lain sebagainya bahan masakan, segera ambil irisan mentimun atau selada sebagai antisipasinya.
Top