Cuaca Dingin? Jangan Sering Mandikan Si Kecil



Perubahan cuaca yang tidak menentu bisa mengubah rencana Anda bepergian bersama si buah hati. Namun, jangan sampai cuaca dingin membuat Anda dan si kecil tidak bisa pergi dan terkunci di rumah.

Simak beberapa tips dibawah ini untuk melindungi si kecil dari cuaca dingin:

Pilihlah pakaian yang cocok untuk cuaca dingin

Seorang dermatolog, Margaret Ravits, MD, menyarankan untuk selalu memberikan pakaian yang bisa melindungi buah hati Anda dari cuaca dingin, seperti memberikannya sarung tangan atau syal yang dililitkan di leher untuk mencegah wajah si kecil menjadi merah, kering, dan iritasi.

Selalu periksa temperatur

Seorang dermatolog Kally Papantoniou, MD, berkata bahwa ada beberapa pedoman mengenai kapan waktu yang tepat untuk memperbolehkan si kecil bermain di luar rumah dalam cuaca yang dingin.

BACA JUGA : Orangtua Haus Pujian, Anak-anak Kehilangan Rasa Percaya Diri

Nol derajat celcius atau lebih merupakan temperatur yang aman untuk anak bermain di luar di rumah. Untuk temperatur di antara -5 sampai -1 derajat, Anda harus memastikan bahwa pakaian si kecil cukup hangat untuk bermain di luar selama 20 sampai 30 menit.

Namun, ketika temperatur menunjukkan kurang dari -10 derajat, sebaiknya Anda tidak membiarkannya bermain di luar rumah.

Gunakan pelembab sesering mungkin

Ketika menghadapi musim dingin, pelembap kulit sangat dibutuhkan untuk menjaga kulit si buah hati agar tetap halus dan terjaga. Seorang dermatology, Tsippora Shainhouse, MD, menyarankan untuk selalu memberikan pelembap setelah mereka mandi atau sebelum mereka tidur.

Terkadang, kulit yang kering bisa membuat mereka gatal dan tidak nyaman sehingga kesulitan untuk tidur atau pun merasa gatal dan iritasi yang disebabkan oleh kulit kering.

Jangan terlalu sering memandikan anak Anda

Penggunaan sabun yang terlalu banyak dapat menyebabkan kulit si buah hati menjadi kering, di musim dingin sebaiknya si buah hati mandi hanya seperlunya saja.

Cukup membersihkan di beberapa area dan hindari penggunaan sabun yang terlalu banyak di seluruh tubuh, ujar Dr Papantoniou.
loading...
Top