3 Alasan Mengapa Olahan Babi Begitu Menggiurkan!

Komentar

Babi. Siapa yang tak mengetahuinya? Banyak digemari oleh warga di luar sana karena dagingnya yang dibilang lezat. Akan tetapi bagi kaum muslim sangat haram untuk memakan atau bahkan menyentuhnya. Menjadi sebuah pertanyaan, mengapa babi diciptakan jika memang haram? Mengapa babi diciptakan jika memang tidak bisa dimanfaatkan?

Baca juga : Sisi Lain Hidup, Pria Tampan Ini Rela Bantu Non Muslim Hingga Kucing Jalanan!

Dalam Islam, hukum haram untuk babi merupakan sesuatu yang sudah final, bahkan untuk menegaskan keharaman babi, Allah berfirman dalam Al-Qur’an berkali-kali. Beberapa surat yang menyatakan keharaman daging babi antara lain surat Al Baqarah ayat 173, Al Maidah ayat 3, Al An’am ayat 145 dan An Nahl ayat 115.

Sebegitu buruknya babi untuk umat muslim, inilah alasan mengapa babi tetap diciptakan oleh Allah SWT.

1. Guna Menguji Manusia


Allah terkadang menciptakan sesuatu sebagai bahan ujian bagi manusia apakah akan patuh ataukah melanggarnya. Seperti halnya babi dimana jika orang memakannya, maka ia telah gagal dalam menghadapi ujian tersebut. Namun jika ia berhasil menghindari larangan itu dengan tidak memakannya, berarti ia telah lulus akan ujian yang telah Allah beri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman:

Dialah (Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang paling baik amalnya.” (QS Al Mulk : 2)

2. Menjadi Pembelajaran Untuk Tidak Mengikuti Tabiatnya


Babi memiliki kesenangan berada di lingkungan yang kotor. Tak hanya itu saja karena babi juga termasuk hewan pemalas dan jorok. Bahkan saking joroknya, babi bisa memakan kotorannya sendiri. Tak jarang babi akan mengencingi dahulu makanannya sebelum disantap. Dalam hal kerakusan, babi menjadi yang pertama karena apapun yang ada di depannya akan langsung ia lahap, entah itu sampah ataupun kotoran.

Bahkan sebagian peneliti hewan mengatakan bahwa demi memuaskan hasrat makannya, terkadang babi akan memuntahkan makanan yang baru ia makan dan memakannya kembali. Tentu dengan sifatnya yang jorok, malas sekaligus kotor menjadikan kita harus menjauhi segala tabiatnya karena jika tidak, kita sama saja dengan seekor babi.

Baca juga : Ini Jawaban Fatih Seferagic Pasal Kondisi Muslim AS, Pasca Terpilihnya Trump

Babi juga termasuk hewan yang buruk dan telah Allah firmankan dalam Al Quran dimana kaum terdahulu yang membangkang dikutuk oleh Allah menjadi seekor babi.

Katakanlah (Muhammad), “Apakah Aku akan beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasiq) di sisi Allah? Yaitu orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thagut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al Maidah ; 60)

Semoga dengan jawaban ini memperkuat keyakinan kita dan tidak mudah goyah lewat pertanyaan-pertanyaan dari umat yang hanya ingin menghancurkan Islam.

3. Membuat Manusia Layak Menjadi Khalifatullah


Sejak awal, Nabi Adam dijadikan oleh Allah sebagai seorang khalifah di bumi. Arti secara mendalam dari tugas tersebut yakni untuk memakmurkan bumi yang sekarang ini ditempati. Berbagai jenis makhluk hidup maupun hewan yang dianggap tak bermanfaat ternyata menjadikan manusia lebih kreatif dan berkembang secara intelektual. Contohnya saja babi dimana dengan adanya penciptaan babi, membuat manusia mengetahui berbagai bibit penyakit yang dibawa oleh binatang kotor tersebut. Dengan demikian, manusia pun akan berusaha untuk mencari atau meneliti obat terhadap penyakit itu.

Beberapa penyakit yang berasal dari babi diantaranya adalah cacing pita dan flu babi (Swine influenza) yang kini mulai ada obatnya.

Semoga apa yang diciptakan oleh Allah SWT meskipun kita pernah merasa tak ada gunanya dan mengganggu di kehidupan ini, ketahui bahwa ada alasan dan hikmah dibaliknya untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Top