Wahai Para Suami, Ketahuilah Bagaimana Mesra A la Rasulullah! Karena Nabi Muhammad juga Punya Sisi Romantis


Mungkin bagi sebagian orang, masa-masa romantis ketika menjadi suami istri adalah jarang dilakukan bersama. Entah mungkin karena kesibukan mengurus pekerjaan, ataupun masih berkutat dengan pekerjaan rumah. Nah, orang-orang yang seperti ini cenderung sudah merasa cukup lelah ketika malam dan terpaksa menggunakan waktu yang seharusnya dipergunakan untuk "our time", akhirnya dibuat untuk tidur mengisi tenaga untuk esok pagi.

Baca juga : Banyak yang Belum Tahu, Perhatikan Catatan Saat Gelar Pesta Kondangan dalam Islam!

Bagi umat muslim, boleh-boleh saja mesra kepada istri atau suami. Bahkan, Nabi Muhammad SAW juga bersikap romantis kepada istri beliau. Untuk itulah, hal tersebut membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan bagaimana caranya suami bersikap lembut kepada istri, agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga. Jika orangtua merasa senang, maka anak-anak pun juga merasakan kehangatan keluarga di dalamnya.

Ketahuilah bagaimana mesra a la Rasulullah yang punya sisi romantis, layaknya berikut ini.

1. Membelai istri


Imam Ahmad pernah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW, sering mendatangi istrinya satu persatu dan membelainya dengan lembut, sebelum akhirnya tinggal di tempat istirnya yang kebagian giliran. Kalau rasulullah yang punya kesibukan ekstra memimpin ummat sempat membelai istrinya, kenapa kita tidak?

Membelai istri  akan membangkitkan kemesraan dan keakraban, terutama saat berhubungan intim. Dengan begitu Rasulullah memberi contoh praktis bagi kita untuk tetep menjaga kemesraan dengn istri.

2. Panggilan mesra


Pada suatu malam, Aisyah kehilangan jarum untuk menjahit baju rasulullah saw. Ketika rasulullah datang, jarum itu bisa ditemukan berkat cahaya yang memancar dari wajah rasulullah saw. Aisyah pun menjadi senang.

Kejadian ini semula tidak disadari oleh Rasulullah, tetapi demi melihat Aisyah tertawa senang, ia bertanya,”Wahai Si Pipi Merah Delima, mengapa engkau tertawa?” Aisyah kemudian menjelaskan kejadian yang dialaminya (riwayat Ibnu Asakir).

3. Mandi bersama


Dari Aisyah ra, “Aku biasa mandi dalam satu bejana bersama Rasulullah SAW, kami memasukkan tangan kami secara bersama-sama (kedalam bejana tersebut). (Riwayat Ibnu Razaq dan ibnu Abi Syaibah).

Baca juga : Banyak Dianggap Belum Mampu, Siapa Bilang Anak-Anak Tidak Boleh Berjihad?

4. Tidur di pangkuan


Dari Aisyah ra, ia berkata, ”Rasulullah biasa meletakan kepalanya di pangkuanku, padahal saat itu aku sedang haid. Kemudian ia membaca al-quran. (Riwayat Abdurrazaq)

Namanya cinta itu selalu pasang surut. Kadang tinggi kadang rendah, atau bahkan bisa saja menghilang. Makanya, perlu ada usaha untuk tetap menjaga nyala api cinta tetap berkobar terhadap pasangan. Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana ia bersikap romantis terhadap istrinya dengan meletakan kepala di pangkuan istrinya. Jadi, tak usah sungkan dan malu untuk sesekali mencobanya.

5. Mengambilkan minuman


Dari Aisyah ia berkata, ”Rasululah pernah menyodorkan segelas air kepadaku, lalu aku meminumnya. Setelah itu aku berikan kepada beliau, dan beliau tidak segan untuk minum di tempat bekas aku minum, walau pun pada saat itu aku sedang haid.”(Riwayat Bukhari).

Begitu mesranya Rasulullah SAW kepada istri beliau. Untukmu wahai para suami, berniat untuk mencobanya dan membuat istrimu bahagia?
Top