Teror Masjid Kanada Tewaskan 6 orang, Seluruh Warga Kanada Berkabung

Komentar

Seorang wanita ikut bergabung menyalakan lilin dalam aksi dukungan pada komunitas muslim di Toronto, Senin (30/1). Dukungan itu setelah aksi penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec, Kanada yang menewaskan 6 orang (Chris Young/The Canadian Press via AP)

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, naik pitam. Penyebabnya adalah insiden penembakan yang terjadi di Masjid Quebec yang menewaskan enam orang.

Baca Juga: 6 Orang Tewas dalam Aksi Teror/Penembakan di Masjid Kanada

"Malam ini, seluruh warga Kanada berkabung karena serangan pengecut yang dilakukan di masjid di Quebec," sebut Trudeau, seperti dikutip dari Sputnik melalui liputan6.com, Senin (30/1/2017).

"Pikiran saya berada bersama para korban dan seluruh keluarganya," ujar dia.

Selain korban tewas, insiden di Quebec juga menelan beberapa korban luka.

Insiden dilakukan oleh tiga pelaku. Mereka melancarkan aksinya pada saat umat Islam di Kanada yang tengah menunaikan ibadah Salat Isya.


Ratusan orang berkumpul menyalakan lilin saat aksi dukungan pada komunitas muslim di Montreal, Senin (30/1). Dukungan itu setelah aksi penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec, Kanada yang menewaskan 6 orang. (Ryan Remiorz/The Canadian Press via AP)


Sawsan Idris bersama putrinya menyalakan lilin dalam aksi dukungan pada komunitas muslim di Moncton, New Brunswick, Senin (30/1). Dukungan itu setelah aksi penembakan di sebuah masjid di Kota Quebec, Kanada. (Darren Calabrese/The Canadian Press via AP)

Ratusan orang berkumpul menyalakan lilin saat aksi dukungan pada komunitas muslim di Edmonton, Alberta, Senin (30/1). Dukungan itu setelah aksi penembakan di sebuah masjid di Quebec, Kanada yang menewaskan 6 orang (Jason Franson/The Canadian Press via AP)


Ketika kejadian tersebut berlangsung, ada sekitar 40 orang yang berada di bangunan tersebut. Masjid di Quebec merupakan bagian dari kompleks Kebudayaan Islam.

"Kami baru menahan dua pelaku," sebut keterangan Kepolisian Kanada seperti dikutip dari The Guardian.

Saat ini pengamanan ketat telah dilaksanakan di kompleks Kebudayaan Islam di Quebec.

Top