Pergantian Tahun, Bupati Purwakarta Tukar Nasib, Tukang Sapu : Pak Kopi dan Rokoknya Dong!


Pemkab Purwakarta ternyata mempunyai tradisi unik guna menyambut malam tahun baru. Sejak beberapa tahun belakangan ini, pada saat pergantian tahun dari 2016 ke 2017 misalnya, mereka mengadakan kegiatan yang diberi nama "Tukar Nasib". Lantas seperti apa pagelaran tersebut? Merupakan kegiatang yang mrepresentasikan bentuk apresiasi sekaligus memuliakan para pegawai yang dianggap sebagian orang sebagai pekerjaan 'kotor'.

Baca juga : Surprise! Inilah Pengunjung Pertama Candi Borobudur di Tahun 2017, Gak Nyangka Hadiahnya...

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para petugas kebersihan atau tukang sapu diliburkan. Tugas merela digantikan oleh para pegawai, pejabat, hingga kepala daerah Kabupaten Purwakarta. Pada sore harinya, para tukang sapu yang sebelumnya sudah dibagikan kemeja dan dasi tersebut, dijemput satu persatu ke rumahnya menuju Pendopo Kabupaten Purwakarta. Bagaikan pejabat penting, iring-iringan mobil penjemput para tukang sapu pun dikawal oleh Patwal dari Satlantas Polres Purwakarta.

Alun-alun pun disulap layaknya menyambut tamu kenegaraan lengkap dengan meja makan dan panggung hiburan. Di sisi kanan dan kiri terdapat berbagai makanan dan minuman yang bisa dinikmati oleh para tukang sapu. Sementara tukang sapu duduk di kursi-kursi tamu, para pejabat termasuk Bupati Dedi Mulyadi yang mengenakan seragam 'oranye' khas petugas kebersihan bertugas untuk menjamu mereka. Bahkan terlihat Bupati Dedi membawa baki berisi es cendol untuk dibagikan. Menariknya adalah, Dedi menggunakan logat sunda untuk menjamu mereka layaknya tamu penting.

"Mangga. Sing raraos juragan. (Silahkan. Selamat menikmati tuan)," ucap Bupati Dedi saat mengantarkan makanan ke salah satu meja.

"Pak kopi jeung rokokna atuh. (Pak kopi dan rokoknya dong)," ujar salah seorang tukang sapu.


Baca juga : Pengguna Jalan Wajib Tahu! Inilah yang Akan Terjadi Jika Pakai Pelat dengan Nomor "Cantik"

Mendengar hal tersebut, sontak Dedi mengeluarkan uang dan menyuruh salah seorang ajudan untuk membelikan apa yang diminta. Selang tak lama kemudian, ajudan kembali dengan membawa rokok dan kopi. Ditemui di sela-sela acara, Dedi mengaku bahwa tak keberatan dengan tugas yang diembannya tersebut. Beliau mengatakan bahwa pada malam itu sangat senang bisa melayani tukang sapu yang bertahun-tahun berjasa untuk kebersihan Purwakarta.

Selain dijamu makan malam, para tukang sapu pun kembali dibuat terkejut dengan kemunculan pelawak kenamaan, Entis Sutisna atau yang lebih beken dengan nama Sule. Alhasil para tukang sapu pun larut dalam kegembiraan dalam alunan lagu dan hiburan yang dibawakan oleh Sule.
loading...
Top