Nasib Malang Maulana, Bocah SD Salah Sebut Ikan Tongkol

Masih ingat dengan sosok anak kecil yang beberapa hari lalu hebohkan public karena salah sebut nama ikan? Kejadian itu bertepatan saat pak Jokowi sedang membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada anak-anak panti asuhan di JIEXplo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/1).



BACA JUGA: Penyebab Maulana Salah Sebut Ikan, Ternyata Bikin Nangis

Selain membagikan KIP, pak Jokowi juga membagikan hadiah kepada murid-murid disana. Salah satu siswa yang beruntung adalah Maulana. Kala itu, Pak Jokowi menanyai Maulana beberapa nama ikan, namun jawaban yang ia lontarkan benar-benar diluar dugaan.

Maulana kemudian menyebut nama ikan seperti ikan lele, ikan paus, ikan teri.

Namun masalah muncul saat dirinya akan menyebutkan nama ikan terakhir. Karena salah sebut nama ikan Tongkol menjadi ikan K*ntol, para hadirin disana pun tak kuat menahan tawa.

Lantas video ini tersebar dan langsung membuat netizen heboh serta menjadi bahan guyonan. Hal ini sangat disayangkan oleh beberapa pihak karena dirasa tak baik untuk perkembangan anak tersebut.

Di tengah banyak tertawaan terhadap anak tersebut, beberapa netizen menyebutkan anak tersebut kabarnya mengalami disleksia. Bahkan melansir akun Facebook, Indonesia Jaman Dulu (28/1), ada sebuah kabar mengejutkan yang belum kita ketahui tentang Maulana.



"Maulana tidak sengaja keliru mengucapkan nama ikan tongkol.
Bagi dia, pengejaan nama ikan tongkol sudah benar meski di telinga pendengar menjadi ucapan yang lucu dan saru.
Pendengar tertawa seolah-olah mendapat hiburan tanpa tahu ternyata Maulana menderita disleksia.
Ia mengalami kesulitan membaca dan menulis.
Pengasuhnya bilang Maulana rajin menulis surat buat sang ibu.
Tentu saja suratnya tidak pernah sampai karena ibunya sudah jadi almarhumah.
Ibunya sudah meninggal dunia.
Jadi, kawan-kawan, sebaiknya janganlah teruskan jadikan kisah ikan tongkol dan Maulana jadi bahan meme dan apalagi olok-olokan.
Videonya pun tak usahlah disebar ke mana-mana.
Maulana tak pantas dirisak/dirundung atau di-bully.
Maulana masih bocah.
Ia masih butuh kasih sayang dan dukungan dari orang-orang terdekatnya.
Doakan dan dukunglah Maulana agar kelak ia bisa menjadi anak penderita disleksia pertama dari Indonesia yang bisa mensejajarkan dirinya dengan Alexander Graham Bell, Albert Einstein, Leonardo da Vinci, Agatha Christie, John Lennon, Steven Spielberg, Henry Ford, dan Muhammad Ali.
Para tokoh hebat itu juga penderita disleksia. Maulana dan bocah penderita disleksia lainnya bisa seperti mereka."
Top