Meski Kakinya Patah, Kakek ini Tetap Cari Nafkah dengan Mengumpulkan Barang Bekas


Dengan menyeret sebelah kakinya ia tetap berkeliling mengumpulkan barang bekas, lalu menjualnya ke pengepul. Facebook.com/Arif Witanto

Berjalan tertatih-tatih bahkan membuat siapa saja tak akan tega melihatnya. Hal ini adalah kisah nyata yang dialami oleh kakek tua ini. Mempunyai paha kanan yang retak sehingga membuatnya tertatih saat berjalan, tak mempuat kakek sebatang kara ini hanya menunggu belas kasihan orang-orang.

Dengan menyeret sebelah kakinya ia tetap berkeliling mengumpulkan barang bekas, lalu menjualnya ke pengepul. Kisah mengharukan ini datang dari Saimin. Ia merupakan warga RT 03 RW 02, Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Cerita kehidupan Saimin ini beredar viral di media sosial beberapa hari yang lalu.

Seperti dikutip dari postingan yang beredar viral di media sosial tersebut, Saimin memang hidup sebatang kara. Ia diketahui sebagai pengumpul barang bekas. Setiap hari ia berkeliling mencari barang bekas sambil menggeret papan beroda. Ia menggunakan papan itu untuk membawa barang bekas yang berhasil dikumpulkan.

Dari cerita viral tersebut, tulang paha kanannya patah dua bagian setelah ditabrak truk. Akibatnya kakinya pun mengalami bengkok.

Baca Juga: Video ini Ingatkan Kita Bahwa Azab (Hukum Karma) itu Benar Adanya

Dikutip dari Tribunjogja.com, netizen Arif Witanto, salah satu yang memviralkan kehidupan Saimin mengatakan, peristiwa kecelakaan yang menimpa Saimin itu sudah terjadi cukup lama.

Arif mengaku tak tahu apakah Saimin mendapatkan perawatan setelah kecelakaan tersebut.

Namun, sampai saat ini Saimin masih berjalan tertatih-tatih. Meski ceritanya viral, kondisinya masih sama saja seperti biasanya.

“Pihak berwenang belum ada yang membantu,” ujat Arif, Minggu (29/1/17).

Selanjutnya Arif menjelaskan, Saimin pernah dianggap gila oleh warga sekitar karena bicaranya yang kemana-mana. Namun ketika ia bertanya, Saimin bisa menjawab dengan jelas. Arif pun meyakini bahwa pria tua tersebut sebenarnya tidak mengalami gangguan jiwa.

Saimin diketahui mempunyai anak yang mengalami keterbelakangan mental, sehingga ia tak dapat merawat ayahnya.

“Anaknya tidak tinggal serumah. Kayanya tidak punya jaminan kesehatan. Kemungkinan Saimin hanya memperoleh pemeriksaan serta perawatan biasa saja tanpa tindakan medis yang optimal dan selayaknya sehingga masih seperti itu,” jelas Arif.
loading...
Top