Matahari dan ABG Masa Kini, Apa Hubungannya? Simak Agar Kehidupanmu Tak Sia-Sia!


Salah satu penopang kehidupan di bumi yang telah Allah SWT ciptakan untuk umat-Nya, sebuah pusat tata surya yang peredarannya mempengaruhi planet sekitarnya. Matahari, salah satu bintang dalam galaksi bima sakti yang menjadi inti planet mulai dari merkurius, bumi, hingga neptunus yang jaraknya jutaan tahun cahaya. Matahari yang mempengaruhi bumi, pastilah juga akan menimbulkan efek besar bagi cuaca di kehidupan kita. Ketika musim kemarau tiba misalnya, panas terik matahari sangat menyengat dan hawanya sungguh sangat tidak bersahabat.

Pada pergantian musim dan perubahan cuaca itulah terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir, berakhirnya hari serta pergantian siang dan malam terdapat peringatan tentang dekatnya ajal dan segera akan dimulainya perjalanan baru menuju akhirat. Pada panas dan cuaca yang menyengat terdapat peringatan tentang hari Akhirat dan segala kengeriannya.

Baca juga : "Sempat Membuat Gila, Lantunan Adzan Merasuk Batin Saya"

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu meriwayatkan, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

اِشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ: يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا، فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَهْوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنْ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيْرِ

Neraka mengadu kepada Tuhannya, ia berkata, ‘Wahai Tuhanku, sebagianku memakan sebagian yang lain’

Maka Allah mengizinkan baginya untuk melakukan dua kali nafas, satu nafas di musim dingin, dan satu lagi di musim panas. Panas yang paling menyengat yang kalian rasakan adalah dari asapnya neraka jahannam, sedangkan dingin menusuk yang kalian rasakan berasal dari dinginnya neraka jahannam.” (HR. Muttafaq Alaih).

Ketika seorang muslim merasakan panas matahari, hendaknya ia segera mengingat akan panas yang dirasakan pada hari manusia digiring di hadapan Allah. Sebab, saat itu matahari didekatkan pada kepala manusia kelak di Hari Kiamat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا

Pada Hari Kiamat matahari didekatkan pada makhluk, sehingga ada di antara mereka yang jaraknya satu mil. Keringat yang mengucur pada manusia saat itu tergantung pada amalan mereka.

Di antara mereka ada yang keringatnya sampai pada dua mata kakinya, ada yang mencapai dua lututnya, ada yang mencapai pinggangnya, dan di antara mereka ada pula yang tenggelam oleh keringatnya.” (HR. Muslim).

Oleh sebab itu, hendaknya seorang muslim selalu mengingat saat manusia dikumpulkan di hadapan Allah serta tempat kembalinya setelah itu, yakni surga atau neraka. Perhatikanlah hari-hari yang tersisa, jangan sampai berlalu begitu saja, gunakanlah dan isilah dengan segala sesuatu yang bisa mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Wahai hamba Allah, tidak ada tempat istirahat bagi seorang hamba melainkan di bawah pohon thuba yakni tumbuhan surga. Tidak ada rasa senang bagi pecinta Allah melainkan kelak di negeri kenikmatan yang tiada berkeputusan.


Baca juga : Hindari Riya' Tanpa Sadar, Sungguh Karena Bisa Saja Terselip di Lidah Kita!

Seorang penyair pernah menuturkan,

Berbekallah dengan takwa; karena engkau tidak tahu

Jika malam menjelang, apakah engkau akan bisa hidup hingga fajar datang

Betapa banyak orang yang sehat mati bukan karena penyakit

Sebaliknya, betapa banyak orang sakit yang dipanjangkan usianya

Betapa banyak pemuda yang di pagi atau sore hari masih segar

Ternyata kain kafan telah disiapkan untuknya sementara ia tidak tahu.

Ya Allah, berilah taufiq kepada kami untuk mengerjakan ketaatan, mendapatkan kebahagian di surga. (Durus Al-Am, Karya Syaikh Dr. Abdul Malik Al-Qasim).
loading...
Top