Masjid Di Texas Terbakar, Warga AS Malah Lakukan Ini

Komentar
Dipilihnya Trump sebagai presiden baru AS Mendapat banyak sekali dampak, terutama bagi para muslim disana. Apalagi dengan adanya musibah yang menimpa di Texas, yakni terbakarnya Masjid disana.



BACA JUGA: Kondisi Kebun Binatang di Gaza Ini Benar-benar Menyedihkan!

Dikutip dari liputan6, melihat hal itu, warga AS tidak tinggal diam. Mereka rela mengumpulkan dana hingga capai 800.000 USD atau sekitar 10 miliar dalam sehari, untuk komunitas muslim Texas.

Dana itu digunakan untuk membangun masjid di Texas yang telah terbakar, sehari setelah Trump mengumumkan fatwanya yakni melarang masuk 7 negara muslim ke AS.

Kobaran api terlihat di Islamic Centre of Victoria pukul 02.00 pada Sabtu 28 Januari oleh seorang penjaga toko serba ada yang tak jauh dari masjid. Ia segera menelepon pihak pemadam kebakaran.

Butuh empat jam bagi pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Kebakaran itu terjadi berjam-jam kemudian setelah Perintah Eksekutif Donald Trump dikeluarkan. Trump melarang warga dari 7 negara muslim masuk ke AS.

Tak hanya itu, ia menghentikan program penerimaan pengungsi AS selama 120 hari. Pengumpulan dana untuk membangun masjid itu terjadi pada hari Minggu di laman GoFundMe. Lebih dari 18.000 warga AS mengumpulkan 26 ribu USD, dari target 850 ribu USD.

Omar Rachid yang menggagas penggalangan dana menulis: "Hati kami dipenuhi dengan rasa hormat bagi seluruh penyumbang. Dengan penuh cinta dan bahasa yang indah, pelukan dan bantuan serta kontribusi keuangan adalah contoh dari semangat Amerika yang sejati."

Pihak berwenang hingga saat ini masih menginvestasi sebab kebakaran. Kepada Aljazeera, Shahid Hashmi, presiden dari Islamic Centre berharap kebakaran yang melanda masjid bukanlah kejahatan akibat kebencian. Ia juga berterima kasih atas dukungan dan donasi yang luar biasa.

"Kami sangat, sangat bersyukur," katanya.

Masjid ini dibangun pada tahun 2000, dan telah menikmati dukungan dari kota yang berada sekitar 115 mil barat daya dari Houston.
Top