Kisah Ayana yang Begitu Penasaran dengan Islam Hingga Mengantarnya jadi Muslimah


Ayana Johye Moon

Ayana Johye Moon, mualaf asal Korea yang sempat menghebohkan media sosial pada 2015 silam kini dikabarkan tengah mewujudkan minatnya belajar Al-Qur’an.

Dilansir dari Malaysian Digest, Rabu (25/1/2017), Ayana memposting videonya di jejaring sosial youtube pada Senin (23/1).

Dalam videonya tersebut, Ayana menuturkan tengah mencari informasi mengenai Irak yang merupakan negara Islam.

Selain itu, ia juga menceritakan tekad kuatnya untuk mempelajari Al-Qur’an muncul usai menyadari Invasi AS di Irak pada 2003 lalu.

Ayana mengungkapkan ketertarikannya kepada agama sudah mulai sejak usia 8-9 tahun. Kemudian ia menemukan kata Islam yang begitu menarik dan ia merasa itu tidak seperti nama agama.

Baca Juga: Mualaf AS Meningkat, Pendukung Trump Takut AS jadi Negara Muslim

“Jadi, saya mulai melakukan penelitian tentang Islam dan melihat mereka mengenakan pakaian longgar, menutupi wajah mereka dengan niqab dan mengenakan jilbab seperti saya hari ini,” tutur dara berusia 22 tahun tersebut.

Rasa ingin tahu Ayana tentang Islam tumbuh saat berada di sekolah tinggi. Saat itu, guru, orang tua juga dirinya sendiri sering mengasosiasikan Islam secara negatif.

Tapi, usai melakukan banyak penelitian dan memperbanyak bacaan tentang kehidupan Muslim di Timur Tengah, persepsi Ayana tentang Islam perlahan berubah.

Kemudian Ayana mendaftarkan diri ke camp World Assembly of Muslim di Korea untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang Islam selama tiga hari dua malam.

Sejak saat itu, Ayana mengaku jadi lebih sering mengikuti program-program keagamaan yang banyak diselenggarakan masjid-masjid setiap pekan.

Hingga akhirnya dahaga Ayana tentang keislaman pun membuncah dan mengantarkannya menjadi seorang mualaf.

“Saya bergabung dengan program mingguan di Masjid Salam Nuri dan di sana saya bertemu mentor saya, Paman Amin, dan saya belajar tentang Islam sampai saya menjadi seorang Muslim Korea,” ujar Ayana.

Kendati demikian, keputusannya memeluk Islam bukanlah perkara yang mudah, terutama ada kekhawatiran kalau keluarga dan teman-temannya akan dirugikan akibat keputusannya memeluk Islam.
loading...
Top