Ketahui Akibat Menzhalimi Orang Lain, "Pinta Halal Sebelum Kekurangan Dirham", Simak Alasannya!


Semua manusia termasuk ke dalam mahkluk sosial, dimana satu dengan yang lain sangat tergantung dan tak bisa dipisahkan. Oleh karena itulah, seringkali ada permasalahan yang terjadi hingga mengakibatkan keributan besar. Jika terjadi seperti itu, segeralah saling meminta maaf dan jangan ada dendam diantara yang lain. Namun, ternyata beberapa masih ada yang terus berlanjut hingga menimbulkan penganiayaan yang termasuk ke dalam perbuatan dzhalim.

Merupakan salah satu perbuatan yang mesti kita jauhi, yakni menzhalimi orang lain. Oleh karena itu, kezhaliman merupakan dosa yang akan dibalas oleh Allah Ta’ala sebagaimana halnya dosa-dosa yang lain. Sungguh, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Kezhaliman itu adalah kegelapan pada hari Kiamat kelak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Baca juga : Bukan Cuma Kuota Internet, Ini Alasan Mengapa Pahala Sabar Itu Unlimited!

Seperti sebuah kisah, dimana suatu kali, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, salah seorang ulama di Kerajaan Arab Saudi pernah ditanya oleh seseorang. Ia mengatakan,

Dahulu saya berada dalam keadaan bodoh dan tidak kenal dengan Islam, lalu Allah memberiku hidayah dengan memeluk agama Islam.

Sebelum masuk Islam saya melakukan beberapa kezhaliman dan kesalahan, dan saya pernah mendengar hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang mengatakan,

Barangsiapa yang pernah melakukan kezhaliman terhadap saudaranya, baik menyangkut kehormatannya atau lainnya, maka hendaknya pada hari ini ia meminta halal darinya sebelum ia tidak mempunyai dinar atau dirham.”

Apa nasihat anda kepada saya dalam hal ini?

Syaikh Abdul Aziz menjawab, bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala telah mensyariatkan taubat kepada hamba-hamba-Nya dari semua dosa sebagaimana firman-Nya,

وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An–Nuur: 31).

Firman Allah Ta’ala,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.”(QS. At-Tahrim: 8).


Baca juga : Inilah Mengapa Tidak Boleh Bertanya Arti Mimpi Buruk, 3 Alasan Logis yang Wajib Diwaspadai!

Firman Allah Ta’ala,

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS. Thaahaa: 82)

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda,

اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ

Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak mempunyai dosa.” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani).

Oleh karena itu, barangsiapa yang melakukan kemaksiatan maka hendaknya segera bertaubat, menyesal, menjauhkan diri darinya, bersikap waspada dan bertekad bulat untuk tidak mengulangi lagi perbuatan maksiat itu, dalam rangka untuk mengagungkan Allah, ikhlas kepada-Nya dan hati-hati dari siksa-Nya. Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menerima taubat orang-orang yang bertaubat kepada-Nya.
Top