Kapal Selam Inggris dan 71 Jasad Awaknya Ditemukan Setelah 73 Tahun Hilang



Sebuah kapal selam Inggris dengan 71 jasad awaknya, yang terlibat dalam misi Perang Dunia II, telah ditemukan setelah lebih dari 73 tahun hilang di Laut Mediterania.

Puing-puing yang diyakini dari kapal selam HMS P 311 milik Angkatan Laut (AL) Kerajaan Inggris itu ditemukan di lepas pantai Sardinia, Italia, seperti dilansir dari merdeka.com.

Kapal tersebut terlibat dalam misi Perang Dunia II dan menghilang sejak sekitar 2 Januari 1943 bersama dengan 71 awaknya.

Inggris yakin, kapal selam itu terkena ranjau laut di Teluk Olbia, Sardinia.

Sebuah tim dipimpin oleh Massimo Domenico Bordone, pemburu puing kapal yang berbasis di Genoa, Italia, menemukan sisa-sisa kerangka kapal itu di kedalaman 100 meter di dekat Pulau Tavolara.

Bordone mengatakan, ia mengetahui telah menemukan kapal itu ketika ia melihat bayangan dari kerangka sepanjang 84 meter ketika ia mencapai di kedalaman 80 meter.

Berbicara kepada media Italia, Bordone mengatakan, “Saya segera berpikir tentang nasib orang-orang yang menemui ajalnya di bawah sini.”

Menurut dia, “Itu adalah nasib bersama yang dialami begitu banyak orang, awak kapal selam khususnya,” yang berjuang untuk selamat dari konflik dan kecelakaan di laut.

Kapal selam itu meninggalkan Malta pada 28 Desember 1942 dengan misi pertama untuk menghancurkan dua kapal perang Italia ketika mereka lego jangkar di Pelabuhan La Maddalena.

Namun, setelah mengirim sinyal pada 31 Desember, kapal itu menghilang tanpa jejak. Para pejabat militer saat itu mengasumsikan bahwa kapal selam itu telah tenggelam.

Rongsokan kapal itu dikatakan dalam kondisi sangat baik dengan hanya sejumlah kecil kerusakan akibat ledakan.

Bordone mengatakan, "Sepertinya kapal itu mungkin tenggelam dengan udara kosong di dalamnya, yang menyebabkan para kru akhirnya meninggal karena kekurangan oksigen”.

Kapal itu tidak akan dipindahkan dan akan tetap menjadi kuburan perang.

AL Kerajaan Inggris mengatakan, mereka mengharapkan kecelakaan itu harus diperlakukan dengan baik saat mereka bekerja untuk mengonfirmasi identitas kapal selam.
loading...
Top