Jodoh Tak akan Kemana, Perempuan Ini Akhirnya Bertemu Jodoh di Usia 71 Tahun

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 17 Jan 2017

Jodoh Tak akan Kemana, Perempuan Ini Akhirnya Bertemu Jodoh di Usia 71 Tahun
Suasana pernikahan Nurhayati Husain, wanita asal Sumbawa Barat yang akhirnya menikah di usia 71 tahun. Facebook/Firmansyah

Siapa yang akan tahu jodohnya nanti. Hampir semua orang tak tahu seperti apa pasanganya nanti. Mungkin benar kata orang jodoh kita akan didekatkan kepada kita saat sudah waktunya. Karena itu bagi yang belum dipertemukan dengan jodohnya jangan pesimis ya.

Tak ada yang tahu kapan waktunya. Namun sembari berusaha kamu bisa belajar dari seorang wanita asal Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat ini.

Ia baru bertemu jodohnya di usia yang tak lagi terbilang muda, yakni 71 tahun. Foto-foto suasana pernikahannya yang penuh haru beredar viral di jagad maya.

Baca Juga: Pacaran Anak SMA Jaman Sekarang Bikin OrangTua Ngelus Dada

Pengunggah pertamanya adalah pemilik akun Facebook Firmansyah. Wanita sabar itu adalah bibi atau kakak almarhum ayahnya.

Berikut postingannya.

"Dahsyatnya cinta. Bibiku (kakak alm bapak) usianya 71 tahun. Beliau adalah seorang per*wan tua. Atas berkat Rahmat Allah SWT, akhirnya hari ini beliau mengakhiri masa lajangnya. Keren kan? Jadi buat yang masih jomblo gak usah khawatir. Gak usah buru-buru nikah karena takut keburu tua. Woles. Ini contoh nyata dari pepatah 'cinta itu buta tak kenal usia'. Jadi buat Jomblowers tetap semangat yah. Ekekekek. #kalau yang begini saya berani jamin 100% bakal langgeng sampe kakek nenek karena emang sudah kakek nenek pas nikahnya. Btw, jangan ada yang doain semoga cepet dapat momongan yah," tulis Firmansyah, Sabtu (14/1/2017).

Dilansir dari Tribun Jogja, Firmansyah membenarkan soal kisah bibinya. Wanita bernama Nurhayati Husain yang tinggal di Sumbawa Besar itu baru saja menikah dengan duda asal Sulawesi Tengah bernama Mahmuddin.

Usia mereka terpaut lima tahun dan lebih muda si mempelai pria. Ijab kabul dilaksanakan pada 14 Januari 2017 dilanjutkan dengan sebuah acara sederhana.

Malam sebelum akad nikah kata Firmansyah, dilaksanakan acara barodak. Barodak merupakan prosesi adat Sumbawa dengan cara melumuri bedak tebal ke calon pengantin wanita. Itu dilakukan oleh orang-orang yang dituakan di keluarga.

"Suaminya itu masih keluarga juga. Kebetulan sang suami duda. Lima tahun yang lalu istrinya meninggal," tutur Firmansyah.

Sebenarnya lanjutnya, pihak keluarga hanya mengundang 100 orang untuk pernikahan Nurhayati. Namun ternyata, yang datang justru lebih dari 400 orang.

"Mungkin karena dianggap fenomenal." imbuh Firmansyah.

SHARE ARTIKEL