Inilah Mengapa Tidak Boleh Bertanya Arti Mimpi Buruk, 3 Alasan Logis yang Wajib Diwaspadai!

Komentar

Semua orang pasti pernah bermimpi, apalagi jika mimpi indah yang menghiasi tidur malam, pastilah membuat semakin nyaman dan bangun dengan perasaan yang segar. Akan tetapi, berbanding terbalik jika seseorang mengalami mimpi buruk, akan menjadi sebuah bom atom di malam hari, sehingga pagi hari akan ada kantung mata yang menghiasi wajah dengan badan yang cukup lelah. Berbicara mengenai mimpi buruk, dalam Islam kejadian tersebut adalah hal yang cukup mendapat perhatian khusus. Apalagi jika ada seseorang yang semalam bermimpi buruk dan ingin menanyakan arti dari mimpi tersebut.

Sebelum bertanya kepada seseorang atau penafsir mimpi, baca terlebih dahulu ulasan berikut ini.

Seperti pada suatu kisah, dimana ada seorang pria yang dimintai wanita untuk meminangnya.

Ceritanya saya sedang berangkat kerja, sedang menyeberang jalan menuju stasiun kereta commuter line. Tiba-tiba di depan saya ada seorang perempuan berwajah ayu mirip bintang film masa kini. Ia menatap saya, saya sudah menunduk tapi dia masih menatap saya.

Lalu, apa yang dia katakan?

Dia minta saya menikahinya, dia minta saya mendatangi orangtuanya untuk meminang.

Lalu?”

Saya menggelengkan kepala , menolaknya. Saya terus menggeleng. Tiba-tiba dia sedih. Menangis. Airmatanya keluar. Tapi anehnya airmatanya tidak bening melainkan merah. Darah. Dia mendongak. Melotot, matanya melotot. Kakinya tiba-tiba berubah jadi bersisik, jadi ekor ikan. Suaranya mendengung keras. Saya hanya bisa lari terbirit-birit.”

Baca juga : Berangkat Pagi untuk Mencari Rezeki Bahkan Dianjurkan Rasulullah, Lho Kok Bisa?

Oleh karena itu, mulai sekarang berhentilah untuk menceritakan mimpi. Memangnya mengapa? Berikut tiga alasan logisnya.

1. Mimpi buruk salah satunya ulah dari jin yang ingin menakuti umat manusia


Mahluk bernama jin memiliki saham atau peran dalam mengkondisikan mimpi dalam tidur kita, tak ayal dengan gampangnya mereka membuat bayangan mimpi yang menakutkan bagi manusia. Mengintervensi pikiran-pikiran kita.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari)

2. Jika memang tidur mendapati mimpi buruk, sebaiknya simpan sendiri mimpi itu. Atau jika suka menulis, tulis saja dalam buku harian dan karang dalam bentuk fiksi.


Rasulullah SAW sendiri selalu memberikan saran supaya mimpi buruk itu tidak untuk diceritakan kepada orang lain, atau lupakan. Anggap saja mimpi buruk itu seperti sedang memasuki toilet dan membuang hajat. Lalu ketika keluar melupakannya begitu saja setelah menyiram hasil pembuangan tersebut.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Jangan sekali-kali kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan diri kalian di alam mimpi.” (HR Muslim).

Baca juga : Sampai Nabi pun Menyesalkannya, Inilah Alasan Harus Berbuat Baik Kepada Tetangga!

3. Bisa jadi mimpi buruk “terwujud” menjadi nyata karena ketika seseorang berusaha menafsirkannya entah dengan ilmu apa yang digunakannya.


Sebagai catatan tambahan, jangan jadikan mimpi sebagai patokan atau bahan pertimbangan untuk melihat perkara apapun. Dalam segala perkara, seorang muslim yang baik harus memakai logika sehat dan sisi syariat. Jika sebuah mimpi bertentangan dua hal tersebut, pastilah mimpi itu mimpi sesat.

Nah, sudah mengerti kan kenapa kita tidak boleh bertanya arti mimpi? Sebaiknya perbanyak berdoa dan berharap lindungan kepada Allah SWT, sehingga hati akan lebih tenang dan terlindung dari segala godaan syetan dan jin yang berniat buruk.
Top