Inilah Anjuran Rasulullah Yang Tak Kita Sadari Saat Hujan Tiba

Komentar


Seperti telah kita ketahui, air hujan berasal dari penguapan air dan 97% merupakan penguapan air laut yang asin. Namun, air hujan adalah tawar. Air hujan bersifat tawar karena adanya hukum fisika yang telah ditetapkan Allah. Berdasarkan hukum ini, dari mana pun asalnya penguapan air ini, baik dari laut yang asin, dari danau yang mengandung mineral, atau dari dalam lumpur, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan lain. Air hujan akan jatuh ke tanah dalam keadaan murni dan bersih, sesuai dengan ketentuan Allah.


Bagi sebagian orang, terutama yang tinggal di kota besar, hujan dirasa mengganggu aktivitas. Namun perlu disadari, ada banyak keberkahan yang terkandung dalam turunnya hujan. Bagi para petani, turunnya hujan adalah sesuatu yang paling ditunggu setelah musim kemarau. Apalagi waktu musim tanam padi, sangat butuh banyak air.

Rasulullah SAW berpesan, agar kita memanjatkan doa saat turunnya hujan. Kita dianjurkan berdoa agar hujan yang turun tersebut tidak menjadi petaka. Berikut do'anya.

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.”

Artinya:
Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan. (HR. Bukhari no. 1014)

Selain berdoa, Rasulullah juga mengajarkan kita agar bid'ah atau mengambil berkah dari air hujan tersebut.

Anas bin Malik radhiyallahu‘anhu berkata: ”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah menjawab, “Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.” (HR. Muslim no. 898)
Top