Ibu Wajib Tahu, Baca Dampaknya Jika Balita Hobi Begadang!


Pernahkah para ibu mengatakan kepada anak, bahwa tak apa tidur agak terlambat karena memang sedang masa liburan panjang? Beberapa ibu mungkin pernah mengatakan hal tersebut. Mereka berasumsi tidak masalah memang jika sedikit larut malam, karena besok si kecil bisa bnagun siang untuk menebus jamnya yang hilang di waktu malam. Akan tetapi tahukah jika kebiasaan tersebut cenderung mengubah pola tidur si kecil, bahkan bisa sampai mengakibatkan gangguan tidur?

Baca juga : Anak Ketahuan Pacaran? Berikut yang Harus Dilakukan Orang Tua Sebelum Marah

Gangguan tidur bisa terjadi di usia sangat muda, bahkan sejak balita. Anak-anak prasekolah yang hobi tidur larut dan bangun siang cenderung akan memiliki gangguan tidur di kemudian hari. Mereka yang memiliki gangguan irama sirkadian (jam biologis tubuh) cenderung bisa terjaga sampai larut malam dan bangun siang sehingga tak sesuai jam biologis tubuh.

Karena jika terus menerus, maka mungkin saja ketika waktu sekolah tiba, anak jadi terlambat bangun karena sudah menjadi kebiasaan baginya. Sehingga dampaknya akan terkena pada tubuh karena dipaksa untuk terjaga dalam keadaan yang tidak siap.

Rata-rata jam tidur untuk yang masuk dalam tipe pagi adalah jam 10 malam dan bangun sekitar jam 7.30. Pada tipe menengah mereka tidur jam 10.45 dan bangun jam 7.40, sedangkan tipe malam baru tertidur jam 11 malam dan bangun setelah jam 8.30 pagi.


Baca juga : Ini Dia Cara Atasi Si Kecil yang Galak, Jangan Sampai Kecolongan Karena Perlakuan Kasar Orang Lain!

Para peneliti menyimpulkan, anak dengan chronotype malam cenderung akan mengalami gangguan tidur dibanding dengan anak tipe pagi atau menengah. Jadi, sedikit saran untuk para ibu. Sebaiknya jaga selalu pola tidur anak, karena jangan sampai nantinya ia belum siap untuk terjaga malah harus dipaksa dan akan berpengaruh kepada sistem tubuhnya. Tetap berhati-hati ya bunda!
Top