Gus Nuril Angkat Bicara Soal Fatwa Mui Penistaan Agama Ahok


Gus Nuril dan Ahok foto tribun

Pemimpin Pondok Pesantren Sokotunggal Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril menyambut kedatangan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, Gus Nuril menyampaikan tanggapannya soal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Dalam fatwa tersebut, MUI menilai  perkataan Ahok yang disampaikan di Pulau Pramuka itu termasuk penodaan terhadap Al Quran. Kalimat Ahok saat pidato itu mengandung makna bahwa isi surat Al-Maidah ayat 51 -yang berisi larangan memilih pemimpin non muslim- sebagai sebuah kebohongan.

Atas pernyataan itu, Gus Nuril mengingatkan agar MUI berhati-hati atas fatwa yang ia keluarkan tersebut. “Kalau dia mengeluarkan fatwa, kemudian diperkuat dengan gerakan pengaman fatwa MUI, sehingga seolah-olah fatwa itu sebagai hukum positif. Maka secara sadar atau tidak sadar, mereka melakukan kegiatan makar,” kata dia Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, 9 Januari 2017 dikutip dari tempo.co.

Gerakan yang dimaksud Gus Nuril mengacu pada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau GNPF-MUI. Gerakan yang dibina oleh Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir ini sempat menggelar dua kali aksi akbar bernama aksi bela Islam.

Menurut Gus Nuril, fatwa MUI sifatnya tidak mengikat di Indonesia. Bahkan, jika ingin disandingkan, maka yang lebih sahih sebetulnya adalah fatwa dari Pengurus Besar Nadlatul Ulama atau Muhammadiyah.

Dengan nada berseloroh, Gus Nuril menyindir MUI yang fatwanya dikawal oleh gerakan pengamanan. "Bukan hanya mereka yang bisa, pasukan saya juga ada jutaan. Kami juga bisa bikin pasukan NU,” ujarnya.

Karenanya, Gus Nuril meminta agar TNI dan Polri harus segera mengambil sikap dan bergerak. Apalagi dengan masuknya berbagai organisasi dalam gerakan isu penistaan agama ini. "Saya katakan ini kolaborasi dari macam-macam golongan yang sakit hati dan akan menggulingkan Jokowi. Tapi melalui pintunya sampeyan (Ahok)," kata Gus Nuril terkekeh.
loading...
Top