Donald Trump: "Saya Tidak Melarang Muslim Masuk AS, Tapi...."

Keputusan mengejutkan diambil oleh Presiden AS Donald Trump terhadap umat muslim, yakni melarang 7 negara bermayoritas muslim untuk memasuki wilayahnya. Namun dirinya menyangkal jika larangan ini bukan untuk menargetkan umat Muslim.



BACA JUGA: Dokter Terkejut Saat Benda 6 Kaki Ini Ditarik dari Mulut Pasiennya

Dikutip dari sindonews, Dalam perintah eksekutif yang ditandatangani Jumat kemarin, Trump menghentikan kedatangan arud pengungsi selama setidaknya 120 hari dan larangan bagi warga Iran, Irak, Libya, Somalia, Suriah dan Yaman untuk memasuki AS selama tiga bulan ke depan.

"Ini bukan larangan terhadap Muslim," ucap Trump dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (29/1).

Trump juga mengatakan jika keputusannya tiu berdampak baik dan cukup sukses. Dia menegaskan, dibawah pemerintahannya, AS akan mengetatkan kebijakan imigrasi.

"Ini berjalan sangat baik. Anda melihatnya di bandara, Anda melihat semuanya berakhir. Kita akan memiliki larangan yang sangat ketat dan kami akan memiliki pemeriksaan ekstrim yang harusnya telah kita terapkan di negara ini selama bertahun-tahun," ucapnya.

Keputusan Trump ini sendiri memang mendapat penolakan dari berbagai pihak, salah satunya PBB. PBB meminta Trump untuk menarik keputusan melarang pengungsi masuk ke AS untuk sementara waktu.

"Kebutuhan pengungsi dan migran di seluruh dunia sangat besar dan program pemukiman kembali AS adalah salah satu yang paling penting di dunia," kata Badan pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dalam pernyataan bersama.
Top