CEWEK WAJIB BACA!, 7 Penjelasan Komposisi Dalam Lipstik Hingga Bedak yang Perlu Diketahui



Produk kecantikan apapun, baik sabun, sampo, pembersih wajah, deodoran, bedak, lipstik, hingga parfum, masing-masing memiliki kandungan zat kimia yang punya fungsi khusus.

Di mana kegunaan zat kimia ini harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Sebagai pengguna awam, terkadang kamu masih kesulitan untuk mengenali zat-zat kimia tersebut. Padahal nggak semua zat kimia cocok untuk kulitmu.

Nah, agar kamu lebih selektif untuk memilih kosmetik, ada baiknya kamu pelajari beberapa zat kimia yang biasanya terkandung di dalamnya. Apakah cocok untuk kulitmu atau harusnya kamu hindari?

1. Sodium atau Amonium Lauryl Sulfate (SLS atau ALS) merupakan penghasil busa dalam sabun, sampo dan pasta gigi. Bahan ini aman digunakan dalam batas konsentrasi tertentu



Bahan ini biasa digunakan dalam sabun, shampo dan pasta gigi karena sifatnya yang dapat menghasilkan busa dan juga sekaligus berfungsi sebagai surfaktan (pencampur air dan minyak).

SLS atau ALS juga biasanya ditemukan pada sabun cuci piring. Nah lho!

Dalam proses pembuatannya, ditemukan adanya Dioxane 1,4 yang merupakan karsinogen alias bahan pemicu kanker.

BACA JUGA : Jadi Begini!, Cara Mudah Membersihkan Mesin Cuci Layaknya Seperti Baru Lagi!

Bahan ini juga nggak ramah lingkungan karena nggak larut dalam air walaupun telah lama dibuang ke saluran pembuangan air. Selain itu, efek sampingnya adalah dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau mata.

2. Mineral oil berfungsi untuk melembabkan kulit. Tapi, jika nggak segera dibersihkan akan menutup pori-pori dan memicu jerawat



Mineral oil merupakan minyak bumi mentah yang telah dimurnikan. Mineral oil bersifat nggak berwarna, nggak berbau dan nggak mudah terbakar.

Mineral oil digunakan dalam kosmetik untuk mencegah penguapan air yang berlebihan dari kulit atau menjaga kelembaban kulit.

Kelemahannya, mineral oil nggak mengandung nutrisi yang berarti untuk kulit. Pada dasarnya mineral oil memiliki sifat komedogenik yakni dapat meningkatkan resiko terbentuknya komedo melalui penyumbatan pori-pori.

BACA JUGA  : Kamar Mandi Kamu Gitu-gitu Aja? Berikut 5 Design Sederhana Ini Layak Kamu Coba

Dengan tersumbatnya pori-pori, maka bakteri akan tinggal di kulit dan dapat menyebabkan jerawat dan infeksi. Oleh karena itu, segeralah basuh kulit setelah pemakaian kosmetik yang mengandung mineral oil.

3. Aluminium Chlorohydrate dalam deodoran akan mencegah keringat berlebih pada ketiak. Namun penggunaan berlebih juga menyebabkan kanker dan Alzheimer



Aluminium Chlorohydrate merupakan salah satu zat yang ditambahkan pada deodoran. Zat ini berfungsi untuk menutup pori-pori ketiak sehingga keringat nggak terlalu banyak keluar.

Namun, dibalik fungsinya yang menghambat keluarnya keringat justru mengganggu proses pengeluaran racun yang juga merupakan tugas dari ketiak itu sendiri.

BACA JUGA  : 8 Design kasur Ini Khusus Dirancang Untukmu, Bikin kamu Betah Dikamar Seharian

Racun-racun yang dalam bentuk ketiak itu menumpuk di getah bening dibawah lengan. Di mana hal ini akan memicu kanker payudara yang kebanyakan berasal dari bagian atas payudara.

4. Titanium Dioxide, Zink Oxide, Iron Oxide merupakan mineral alami yang aman bagi kulit. Kekurangannya adalah; cepat hilang karena nggak mengandung bahan kimia pengikat



Beberapa bahan mineral alami yang sering digunakan dalam produk kosmetik ini memang terbukti memiliki kegunaan yang baik untuk kulit.

Misalnya Titanium Dioxide yang biasa digunakan dalam produk tabir surya. Zat ini punya fungsi membantu memberikan efek wajah yang lebih bersinar karena daya pantul cahayanya lebih tinggi dibanding berlian, membantu menyamarkan noda di kulit dan dapat menyejukkan kulit yang teriritasi.

5. Hati-hati jika kosmetikmu mengandung paraben, bahan pengawet ini mudah diserap oleh kulit dan diduga mengganggu kerja hormon



Paraben bukanlah nama satu zat kimia melainkan nama kelompok zat kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet.

BACA JUGA : Berikut 10 Cara Orang Tua Ini Mendidik Anaknya Dengan Cara Unik, Keren No 8 Bisa Dicoba Nih

Beberapa turunan paraben sering sekali ditemukan dalam produk kosmetik, misalnya Methyl Paraben, Butyl Paraben atau Propyl Paraben.

6. Bahan-bahan yang berakhiran ‘nol’ berarti alkohol, fungsinya sebagai pelarut dan pengencer kosmetik. Efek sampingnya bikin iritasi kulit dan penuaan dini



Alkohol biasa digunakan untuk mencampur atau mengencerkan senyawa kimia. Dalam bahasa kimia, senyawa alkohol ditulis dengan akhiran ‘nol’. Jadi, jika kamu menemukan suatu zat kimia berakhiran ‘nol’ sudah dapat dipastikan itu adalah alkohol.

Bentuk alkohol yang dilabeli emollient adalah bentuk alkohol yang ‘ramah’, dalam arti, nggak bertindak sebagai pengencer melainkan sebagai moisturizer atau pelembab.

BACA JUGA : Pengen Rumahmu Rapi dan Nyaman? Inilah 7 Cara Menata Barang Anti Mainstream yang Bisa Kamu Coba

Sedangkan etanol, adalah jenis alkohol untuk mengencerkan, bagi beberapa orang ketika kulitnya terpapar etanol akan terasa panas. Ini salah satu masalah yang bisa ditimbulkan dari alkohol pengencer.

Nggak heran, zat-zat ini bisa juga jadi bahan bakar kendaraan ramah lingkungan. Ih, ngeri!

7. Acid atau asam adalah zat yang paling sering ditemukan dalam kosmetik. Fungsinya pun beragam; mulai dari eksfoliasi sampai pemutih kulit



Beberapa bentuk acid yang kerap ditemui antara lain Stearic Acid, Sorbic Acid, dan Citric Acid.

Kegunaannya mulai dari membersihkan dan menciptakan tekstur yang greasy, bahan anti bakteri dan untuk mengontrol pH dalam produk yang berbentuk krim atau gel, pemutih, dan campuran bahan anti jerawat.

Terlalu sering terpapar acid akan menyebabkan kulit iritasi dan efek terbakar.

Top