Baca Jika Kamu Seorang Sosiopat, Ternyata Ada Hubungannya dengan Psycho Lho!


Sering mendengar kata sosial? Kita sebagai manusia memang haruslah mempunyai tenggang rasa dan rasa sosial, karena kita tak akan bisa hidup tanpa adanya orang lain. Nah, berbicara mengenai rasa peduli terhadap orang lain, ada salah satu gangguan mental yang disebut dengan sociopathy atau sosiopati, dimana merupakan sebuah kondisi yang mengacu pada perliaku antisosial dilansir dari kitab pegangan para psikiater dan psikolog, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Baca juga : Ketika Orang Terdekat Ingin Bunuh Diri, Cegah dengan Ini!

Sosiopat memiliki banyak kesamaan dengan psikopat namun psikopat lebih bersifat bawaan, sementara kecenderungan sosiopat adalah hasil dari faktor-faktor sosial dan lingkungan. Berikut adalah cara untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam kategori ini atau tidak.

1. Punya ego yang besar


Seorang narsis memiliki ego yang besar, kesombongan dan keegoisan yang intens dan merasa perlu dikagumi terus-menerus. Sosiopat mirip dengan itu. Selain itu, orang sosiopat cenderung menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka sendiri. Mereka juga kerap melanggar hukum atau aturan social, karena mereka berpikir mereka berada di atas aturan-aturan itu.

2. Menarik dan manipulatif


Sosiopat adalah pendusta, dengan tujuan untuk mencapai tujuannya atau hanya untuk bersenang-senang. Pada saat yang sama, mereka nampak karismatik dan ramah, karena mereka tahu itu dapat membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Orang sosiopat begitu ahli menipu orang lain, jarang ada yang mengetahui bahwa mereka memiliki kepribadian yang kacau. Karena cenderung manipulatif, orang lain jadi sulit untuk membedakan apa yang mereka katakan adalah suatu kebenaran atau bukan.


3. Cenderung tidak peduli dengan orang lain


DSM mengatakan, gejala sosiopat dimulai sejak anak usia dini atau remaja dan berlanjut sampai dewasa. Mereka tidak berpikir bahwa aturan dalam masyarakat berlaku untuk mereka juga, dan akan menempatkan orang lain dalam bahaya untuk keuntungan diri sendiri. Di atas semua itu, mereka tidak merasa buruk tentang hal itu.

Atau, dengan kata lain, mereka menunjukkan kurangnya penyesalan ketika memanipulasi orang lain atau melanggar hukum atau norma.

Kurangnya empati ini, menyebabkan seorang sosiopat tidak memiliki banyak teman selain hubungan yang dangkal.

Sosiopat cenderung gugup dan mudah gelisah. Emosi mereka tidak stabil dan mudah meledak. Mereka cenderung tidak berpendidikan dan hidup terpinggir dari masyarakat, tidak dapat tahan dengan satu pekerjaan tetap atau tinggal di satu tempat untuk waktu yang lama.

Baca juga : Banyak yang Malu, Normalkah Berkeringat pada Malam Hari? Simak Disini!

Akan sulit tetapi tidak mustahil untuk seorang sosiopat terkoneksi dengan orang lain,” kata Scott Bonn, Ph.D., profesor sosiologi dan kriminologi Drew University

4. Mungkin saja bermasalah dengan hukum


Ini mungkin akan terjadi karena Anda tidak bertanggung jawab dan impulsif, sebut sebuah artikel yang dirilis oleh Mayo Clinic mengenai ciri-ciri orang dengan gangguan kepribadian antisosial.

Kurangnya rasa tanggung jawab dapat meliputi banyak hal, termasuk kewajiban sosial hingga keuangan. Sebuah artikel di Huffington Post mengatakan, sosiopat hidup dengan memegang prinsip kesenangan, mereka terus mencari rangsangan dan kegembiraan.

Jangan sampai ya mempunyai semua bahkan salah satu dari hal tersebut. Ketahui bahwa masih ada orang-orang tersayang yang ada di sampingmu. Semangat jalani hari dan lakukan hal terbaik dalam kebaikan untuk hidup yang lebih baik lagi.
Top