Walaupun Seram, Tapi Ibu Ini Jadi Mirliarder Gara-gara Jual Boneka Vampir

Memang sih terlihat seram, tapi dari situlah seorang ibu dari Bellingham, Washington, Amerika Serikat memperoleh pendapatan $73.000 atau sekitar Rp. 1,2 Miliar dalam setahun. Ibu tersebut menjual bonkea yang tampak seperti asli dengan karakter seram seperti Grinch, Vampir hingga Zombie.



BACA JUGA: Demam "OmTeloletOm" Semakin Menjamur, Ini Pesan Jokowi Bagi Para Pemburu Telolet

Dikutip dari Indozone, Bean Shannie (36) wanita yang membuat boneka itu berkreasi pada 6 tahun yang lalu dengan membberikannya sebagai hadiah untuk temannya. Sejak saat itulah ia mulai membuka bisnis dan mengalami kemajuan begitu pesat. Bahkan ada sebuah boneka yang ia buat telah dijual seharga $5.000 atau setara dengan Rp 83 juta.

"Saya membuat pemasukan yang fantastis dengan boneka yang saya jual. Saya memang harus berjuang untuk menghabiskan stok yang ada namun saya tidak mengeluh, saya benar-benar mencintai apa yang saya lakukan," kata Bean, pendiri Twisted Bean Stalk Nursery.



Dari bisnis itu ia telah berhasil membeli rumah baru, serta sebuah mobil baru. Dia telah membuat hampir 600 boneka, dengan waktu pembuatan masing-masing boneka membutuhkan sekitar 20 jam. Selama natal dia sudah membuat lebih dari 25 boneka yang dijualnya dengan $3.000 atau Rp.49,5 perbuahnya.

"Saya melakukan semuanya dengan sangat baik. Kami membeli sebuah rumah, sebuah mobil dan kami akan di kapal pesiar keluarga ke Hawaii. Semua karena saya membuat boneka, yang cukup menakjubkan," imbuhnya.

"Saya membuat boneka bayi vampir, bayi zombie, dengan mata berwarna cerah, Pixies, serta karakter khusus Natal, Grinch. Boneka bayi vampir merupakan penjualan terbaik saya, lukisan pada mereka benar-benar realistis dan akan terlihat seperti bayi sungguhan," timpalnya.

Dia percaya ada peluang besar dalam bisnis ini, meskipun beberapa orang yang kurang akrab dengan pekerjaannya terkejut dengan boneka aneh buatannya. Selama ini bonekanya telah terjual di beberapa tempat, yang paling populer adalah Inggris, Amerika dan Australia.

"Mereka tidak tampak mati sama sekali, mereka hanya sangat, sangat realistis, ketika saya menatap mereka kadang-kadang aku merasa mereka akan melihat ke arahku," pungkasnya.
Top