Tonton Video Bocah Aleppo Diibedah Tanpa Bius, Jurnalis Ini Menangis

Pembantaian di Aleppo, setiap harinya semakin parah. Tak heran jika Aleppo menjadi perhatian dunia. Tidak ada pengampunan bagi warga disana, bahkan bagi anak kecil sekalipun.



BACA JUGA: GREGET! Diduga Selingkuh, Pacarnya Malah Dikerjai Seperti Ini

Dikutip dari Tribun, seorang pembawa acara, Guler menangis karena melihat betapa menderitanya warga Di Aleppo.  Dalam video yang ditayangkan sebagai ilustrasi berita, terlihat seorang anak kecil yang harus menjalani operasi tanpa anestesi atau dibius.

Kondisi menyedihkan itulah yang membuat Guler tak mampu menahan air matanya. Guler hanya bisa memegang kepala dengan kedua tangannya sambil berusaha untuk terus membacakan berita.



Kondisi buruk yang menimpa anak-anak Aleppo itu memang bukan hal aneh di kota yang hancur akibat perang saudara tersebut. Pada November lalu, harian The Independent mengungkap bahwa bayi-bayi prematur dipindahkan dari inkubator setelah serangan udara menghancurkan sejumlah rumah sakit.

Sementara itu, organisasi Dokter Tanpa Batas (MSF) mengatakan, lebih dari 30 rumah sakit di wilayah timur Aleppo diserang sejak Juli lalu. Akibat pengemukan yang terjadi disana, Persediaan obat semakin langka dan tidak sedikit kemungkinan untuk mendapat pasokan obat baru.

PBB mengecam keras aksi pasukan pemerintah Suriah dan Rusia yang melarang pasokan obat-obatan masuk ke wilayah timur Aleppo. Beruntung, setelah kesepakatan gencatan senjata disepakati, sebanyak 8.000 orang, termasuk 2.700 anak-anak, diizinkan meninggalkan sisi kota yang terkepung itu.

Tapi sayang sekali, evakuasi warga sipil semakin terhambat dikarenakan negosisasi antar Turki dan Rusia gagal disepakati. Padahal evakuasi tersebut memunkinkan para warga yang terluka dipindagjan dari kota-kota yang berbahaya, seperti Foua dan Kefraya.
loading...
Top
loading...