Tangisan Haru, Seorang Ibu di Aleppo yang Menangisi Putrinya Dalam Kondisi....

Sebuah video yang begitu mengharukan memperlihatkan seorang ibu di Aleppo Timur, Suriah menangisi Putri kecilnya yang masih berumur sekitar 4 tahun. Dalam video itu, terlihat gadis itu berulumuran darah bercampur debu. Ternyata ibu itu tengah kehilangan beberapa anknya karena rumah miliknya dihancurkan saat mereka sedang tidur.



BACA JUGA: Sedih! Ternyata Aleppo yang Sekarang, Jauh Berbeda Dari yang Sebelumnya

Dalam rekaman yang berjudul " Rekaman video berjudul "The Last Day of Aleppo" ini disiarkan Channel4 News dan viral di media sosial. Ibu itu bernama Um Fatima, sedangkan gadis kecil yang dia tangisi bernama Aya. Mereka sudah berhasil dievakuasi dari kota yang dilanda perang tersebut.

Aya hanya bisa duduk menangis diatas tandu. Sementara sang ibu juga terus meneteskan air mata sembari memohon Tuhan untuk menolongnya. Fatima merupakan satu-satunya orang deasa yang masih hidup di pemukimannya yang telah dihancukan oleh Bom.

Ia menduga, jika bom itu diluncurkan pasukan militer lotalis Presiden Suriah Bashar Al-Assad. ”Saya tidak tahu apa dia (rezim Assad) yang menghatam kami dengan (bom),” ucap Fatima. ”Kami berada di rumah, tidur,” katanya lagi.

”Tiba-tiba, seluruh bangunan berjatuhan pada kami. Oh Tuhan, anak-anak saya telah meninggal. Oh Tuhan, tolonglah saya,” rintih Fatima. ”Aleppo adalah tempat di mana anak-anak telah berhenti menangis.”

Perawat tidak tahu nama mereka. Begitu juga dengan nasib ibu kedua bocah itu, apakah masih hidup atau tidak. Mereka meninggalkan ayah mereka di reruntuhan bangunan. Kemarin, pembaca berita Turki, Turgay Guler, meneteskan air mata ketika sedang siaran langsung melaporkan kondisi anak-anak Suriah yang dioperasi tanpa anestesi atau bius.

Berikut videonya yang telah direpost oleh Rizwan Khan.



PBB memperkirakan setidaknya 2.700 anak-anak termasuk di antara 8.000 pengungsi yang diizinkan untuk meninggalkan Aleppo timur. PBB memutuskan evakuasi besar-besaran dari kota itu dilanjutkan dengan pengerahan sekitar 100 pemantau di Aleppo timur.
loading...
Top
loading...