Remaja ini Raup Rp 2,6 Miliar dari Berita "Hoax" Pilpres AS

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 03 Dec 2016

Remaja ini Raup Rp 2,6 Miliar dari Berita
Hati-hati dalam menerima informasi yang beredar di internet.

Beberapa bulan sebelum masa pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), media sosial dibanjiri dengan berbagai berita palsu (hoax). Setelah Pilpres AS usai, baru ketahuan berbagai pihak yang membuat berita palsu itu. Penghasilannya pun mencapai miliaran rupiah.

Kebanyakan pembuat konten untuk situs berita palsu tersebut datang dari kalangan remaja. Salah satunya adalah Victor, seorang remaja laki-laki berumur 16 tahun dari Veles, sebuah kota kecil di Makedonia.

Dikutip dari kompas tekno, menurut penelusuran yang dilakukan media Channel 4, Victor dan ratusan remaja lainnya berperan sebagai editor yang berisikan berbagai berita palsu. Viktor sendiri bekerja di situs Total News. 

Lantas, apa keuntungan membuat berita palsu? Berdasarkan keterangan dari penduduk lokal Veles, beberapa pembuat berita, terutama dari kalangan milenial, bisa mendapatkan uang dalam jumlah besar.

Baca Juga: Inspiratif! Pasangan ini Menikah Tanpa Resepsi Mewah Agar Bisa Punya Rumah

Tidak disebutkan dari mana sumber uang tersebut. Yang pasti, satu orang bisa meraup uang tunai sebesar 200.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,6 miliar dari pekerjaan ini. 

Victor sendiri menceritakan bahwa berita-berita palsu pro-Trump begitu diburu di internet. "Mereka (pembaca) mau mendengar berita tentang Donald Trump," begitu kata Victor, sebagaimana dilansir KompasTekno dari DailyMail, Senin (28/11/2016).

Apa alasan Victor membuat situs berita palsu tersebut? Ternyata hanya alasan uang semata. Selain itu, Victor merasa membuat berita tersebut bisa membunuh kebosanannya.

"Untuk uang, untuk rekreasi. Tidak banyak yang bisa dilakukan di sini (Veles)," tutur Victor.

"Banyak anak-anak tidak keluar (rumah), kami melakukannya karena bosan," imbuhnya.

Uniknya, Victor merasa bersalah karena banyak warga AS yang percaya terhadap berita bikinannya. Namun, Victor mengaku akan terus melanjutkan "pekerjaan" tersebut.

Berita-berita palsu memang begitu banyak beredar di media sosial, terutama di Facebook, belakangan ini. Maraknya berita tersebut dituding sebagai penyebab kemenangan Trump di pemilihan Presiden AS.

Mengetahui hal tersebut, Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook, berjanji untuk menghadang berbagai berita palsu beredar di jejaring sosial bikinannya.


SHARE ARTIKEL