Polres Ponorogo Razia Kendaraan di Perbatasan Jatim-Jateng untuk Antisipasi Terorisme

Komentar

Peristiwa terorisme yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah daerah di Indonesia membuat aparat Polres Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) meningkatkan kewaspadaan jelang Natal 2016 dan perayaan Tahun Baru 2017.

Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan yaitu dengan merazia angkutan barang dan mobil di jalan nasional perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur di Desa Biting, Badegan, Ponorogo.

BACA JUGA : Ditutupnya Kantor Gojek DI Jogjakarta Memaksa Karyawan Gojek Untuk Pindah Dari Jogja Ke Ibu Kota

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Imam Mustolih mengatakan, kendaraan yang dirazia yaitu mobil boks dan dan mobil pribadi. Setiap kendaraan roda empat yang melewati jalur lintas provinsi itu diberhentikan petugas dan digeledah barang bawaannya. Dalam razia itu tidak ada satu pun kendaraan roda empat yang membawa barang berbahaya atau bahan peledak.

“Ini sifatnya memang antisipatif. Ada dan tidaknya peristiwa terorisme di beberapa daerah beberapa waktu lalu, kami akan melakukan operasi untuk menciptakan kondisi yang aman dan terkendali,” kata dia seperti dikutip darilaman okezone.com

Dalam razia itu, polisi menyita 10 unit sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi, seperti tidak ada spion, menggunakan knalpot modifikasi dan pelanggaran lainnya. Saat ini, sepuluh unit sepeda motor itu disita dan dibawa ke Mapolres Ponorogo.

“Kalau selama ini kekhawatiran di Ponorogo mengenai isu terorisme memang tidak ada. Tetapi, ini untuk antisipasi saja. Apalagi ini kan menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelas Imam.

Mengenai Operasi Lilin Semeru 2016, Imam menambahkan, Polres Ponorogo menyiagakan 190 personel yang dibagi di empat pos pengamanan. Empat pos pengamanan itu antara lain di Alun-alun Ponorogo, Pasar Songgolangit, Terminal Seloaji, dan Telaga Ngebel.

“Operasi Lilin Semeru mulai digelar 23 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017. Untuk lokasi rawan kecelakaan lalu lintas yaitu jalan raya Siman,” terang dia.
Top