Polisi Bakal Buru Orang yang Edit Foto Kapolri dan Wakapolri Pakai Topi Santa

Menjelang Natal, beredar sebuah foto yang cukup menghebohkan Kepolisian Republik Indonesia. Bagaimana tidak, foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Wakapolri Komjen Syafruddin di edit sehingga tampak mengenakan topi khas Sinterklas.



Foto bertopi Sinterklas ini berasal dari foto asli di situs detikcom dengan artikel berjudul ‘Kapolri Tegur Keras Kapolresta Bekasi dan Kulonprogo Soal Fatwa MUI’.

Dalam foto tersebut, Tito dan Syafruddin tampak berdiri berdampingan dengan wajah serius tanpa menggunakan atribut berupa topi. Namun, dalam foto yang beredar tampak kedua petinggi Polri ini mengenakan topi merah dengan aksen putih layaknya Sinterklas.

Seperti yang dilansir dari suratkabar.id diduga foto asli dari situs Detik telah diedit sedemikian rupa sehingga Kapolri dan Wakapolri nampak seakan-akan mengenakan topi Sinterklas. tak hanya itu, pengedit foto ini juga menambahkan tulisan ‘MARI DUKUNG KAPOLRI NGANTOR PAKE TOPI SANTA!!’.

Baca Juga: Empat Pria Ini Berhasil Diringkus Polisi Saat Edarkan Sabu di Ponorogo

Foto ini tentu membuat beragam pertanyaan bermunculan, termasuk siapa dalang dibalik tersebarnya foto tersebut. Bahkan, kini pihak Polri juga tengah mengusut siapa sebenarnya yang mengedit foto tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar juga menyayangkan tindakan pengedit foto tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa foto ini merupakan foto saat penjelasan hasil perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Foto tersebut saat penjelasan hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama beberapa waktu lalu. Sangat disayangkan tindakan pembuatan foto palsu oleh seorang penggiat medsos,” tuturnya seperti dilansir detik.com.

Meski tak mengungkapkan siapa pengedit foto tersebut, Boy memastikan bahwa Bareskrim Polri kini tengah melakukan penyelidikan.

“Pelakunya dengan dalam proses lidik saat ini,” terang Boy.

Kasus ini tentu bisa menjadi pelajaran pada para pengguna aktif sosial media agar lebih berhati-hati dan mematuhi etika bersosial media.
loading...
Top