Pertamina Dibuat Kaget, Lantaran Harga Bensin di NTT Capai Rp. 40.000 Perbotol!

Branch Marketing Manager PT Pertamina Nusa Tenggara Timur (NTT), Fanda Chrismianto dibuat kaget. Hal tersebut dikarenakan BBM jenis premium di Kabupaten Raijua bisa mencapai 40.000 rupiah perbotolnya!



BACA JUGA: AWAS! Jangan Sekal-kali Ambil Duit di Wiper Mobil. Ini Bahaya yang Akan Terjadi...

Dikutip dari Merdeka, menurutnya hal itu sangatlah tidak wajar. "Saya kaget kalau harga BBM sampai Rp 40.000 per botol karena pasokan ke Sabu tidak ada masalah dan stok tetap terjaga. Saya juga tidak tau di wilayah mana harga BBM begitu tinggi," kata Fanda Chrismianto seperti ditulis Antara, Rabu (14/12).

Harga BBM jenis Premium di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini mencapai Rp 40.000/botol kemasan besar dengan ukuran 1,5 liter. Melihat hal itu, Ketua DPRD Sabu Raijua Paulus Tuka mengatakan, harga jual BBM di tangan pengecer ini sudah menjadi langganan tetap menjelang pergantian tahun atau pada musim hujan.

"Sejak akhir November sampai awal Desember 2016 ini, harga BBM di tingkat pengecer terus bergerak naik. Alasannya takut stok habis. Padahal pasokan BBM ke Sabu masih normal dan stok BBM memang cukup selama ini," kata Paul Tuka.

Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke juga mengakui kenaikan BBM yang sangat drastic ini. "Kami dengan polisi dan tentara sedang melakukan sidak, tetapi belum menemukan adanya penimbunan. Tapi dengan kondisi ini, kami masih yakin ada penimbunan," kata Nikodemus.

Fanda Chrismianto menambahkan, pasokan BBM ke Pulau Sabu setiap bulan sebanyak 200 ribu liter premium dan 70 ribu liter solar. Menurutnya, hingga sampai 9 Desemer 2016, Pasokan BBM yang ada di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) masih 22 ribu liter premium dan 3.800 liter pertamax serta 13 ribu loter solar.

Artinya, stok BBM baik Premium, Solar dan Pertamax masih cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan di daerah itu. "Sementara harga jual di APMS sesuai peraturan presiden yakni BBM satu harga untuk seluruh Indonesia," katanya menjelaskan.

Karena itu, menaikkan harga dengan alasan stok berkurang, sama sekali tidak benar, karena stok BBM tetap ada dan pasokan ke daerah itu tetap lancar. Mengindari kenaikan tidak wajar itu, Dia menghimbau unruk membeli BBM di APMS saja daripada di pengecer.
loading...
Top