Pelajar Muslim Kerja Bakti di Gereja Jelang Natal, Ini Komentar Bupati Purwakarta!


Banyaknya kasus tentang toleransi antar umat beragama baru-baru ini sepertinya membuat kita sebagai warga Indonesia seakan bingung dengan apa yang terjadi. Apalagi ditambah dengan adanya berita ormas Islam yang melarang adanya perayaan natal di beberapa daerah ataupun larangan lainnya seperti atribut natal oleh karyawan mall.

Baca juga : "Om Telolet Om" Artinya "Saya Yahudi", Wikipedia Langsung Hapus Postingan!

Namun, berbeda halnya dengan daerah di Purwakarta yang turun langsung ke gereja setempat untuk membantu umat Kristiani menyiapkan keperluan natal. Bupati Purwakarta, Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa sengaja melibatkan pelajar Muslim turut membantu membersihkan gereja. Pada hari Kamis kemarin (22/12/2016), sejumlah pelajar di Purwakarta memang dikerahkan untuk membersihkan gereja.

Menurut Dedi, pengerahan pelajar membersihkan gereja ini supaya sejak dini tercipta toleransi antar mereka yang berbeda keyakinan.

“Kita harus saling menghormati. Natal, merupakan perayaan besar umat Kristiani, makanya wajib dijaga supaya tercipta kedamaian,” ujar Dedi, seperti dikutip Republika.

Para pelajar ini, lanjut Dedi, dibawa ke sejumlah geraja. Seperti, Gereja Bethel Tabernakel dan Gereja Yos Sudarso. Kedua gereja itu, sering digunakan pelajar di Purwakarta untuk beribadah. Makanya, pelajar muslim tersebut dibawa ke kedua gereja itu. Supaya, mengetahui sarana ibadah teman-temannya.


Dedi juga menyatakan pada perayaan Natal 2016 ini, pihaknya menjamin keamanan umat Kristiani di Purwakarta. Sebab, saat ini, sudah ada Satgas toleransi antar umat beragama. Jadi, penganut agama lainnya ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan kedamaian selama Natal. Adapun gereja di Purwakarta, jumlahnya ada tujuh unit.

Baca juga : Wahai Penggembala, Berbohonglah dan Biarkan Aku Membeli Dombamu!

Pihak Gereja Bethel Tabernakel mengapresiasi kegiatan bersih-bersih ala pelajar ini. Pastor Matius Suhardi mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas inisiasi yang dilakukan oleh Bupati itu.

Pasalnya, baru kali ini pelajar muslim turut dilibatkan dalam semangat toleransi beragama. “Kegiatan ini, membuat kami merasa aman dan damai,” ujarnya.
Top