Menjelang Natal, Polri Telah Menangkap 21 Teroris


Beberapa aksi Densus 88

Perayaan Natal tahun ini dan Tahun Baru 2017 mendatang diyakinkan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian akan berjalan dengan aman tanpa adanya gangguan.

Keyakinan itu muncul karena Polri sudah melakukan sejumlah penangkapan terhadap kelompok terduga terorisme di sejumlah daerah sebelum mereka melakukan aksinya.

"Total yang ditangkap kemarin tujuh orang, tiga tewas dan empat hidup. Ditambah sebelumnya 14 orang, totalnya 21 orang. Dan terus kita kembangkan ke jaringan lain kalau masih ada," kata Kapolri usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/12/2016) dilansir kompas.

Tito yakin dengan banyaknya penangkapan ini akan memberi efek bagi kelompok lain yang belum tertangkap.

Baca Juga: Muslimah di Amerika ini Tiba-Tiba Disiram Kopi Panas di Wajahnya

Kendati demikian, Tito memastikan bahwa Polri bersama TNI dan Badan Intelijen Negara akan terus bekerja keras untuk melakukan upaya deteksi dini dan penindakan jika memang masih ada kelompok yang berupaya untuk melakukan teror.

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam ratas. "Kita yakinkan situasi insyallah tenang, tidak ada apa-apa. Mari kita bekerja bersama-sama. Sehingga perayaan Natal dan tahun baru bisa berjalan lancar," kata Tito.

"Silakan nikmati Natal dan tahun baru, kami akan terus bekerja keras," imbuhnya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan pihaknya akan terus membantu Polri dalam menangani ancaman terorisme.

Ia menilai masyarakat memang harus waspada, namun tidak perlu sampai khawatir dan terganggu dalam merayakan Natal dan tahun baru. "Tenang, rayakan Natal dengan penuh damai," ucap Gatot.

Dalam satu bulan ke belakang, Polri gencar menangkap para terduga teroris. Terakhir, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap satu orang dan menembak tiga orang terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan.

Baca Juga: Bareskrim Buru Pengedit Foto Kapolri dan Wakapolri Pakai Topi Santa

Densus terpaksa menembak karena ketiganya disebut melakukan perlawanan pada saat hendak ditangkap.
loading...
Top