MasyaAllah, Sekitar 9 Ribu Warga Negara Komunis Kuba Sudah Jadi Mualaf

Komentar

Beberapa Muslim tengah melakukan ibadah shalat di depan rumah kecil di Provinsi Baracoa setelah lokasi itu terkena badai Huricane. Foto: Joan Alvado

Siapa sangka, negara komunis yang melarang agama sejak 1959 kini mulai mengenal Islam. Dilaporkan setidaknya kini ada sekitar 9.000 Muslim di Kuba yang kebanyakan mereka adalah warga asli negara Karibia ini.

Perkembangan umat Muslim di Kuba mengalami peningkatan yang sangat pesat. Sekitar 9.000 dari keseluruhan penduduk Kuba yang berjumlah 11,3 juta adalah Muslim. Meski masih minoritas, peningkatan jumlah Muslim di Kuba ini naik secara siginifikan jika dibandingkan pada awal tahun 1990-an.

Michael Leo Owens, profesor ilmu politik di Universitas Emory Atlanta mengatakan, saat ini Partai Komunis telah membuat keputusan untuk membuka pluralitas agama di Kuba. Ini akan membuat Islam secara alami tumbuh di Kuba.

Baca Juga: Indonesia Bantu 10 Kontainer Makanan dan Pakaian Untuk Warga Rohingya

Dilansir europe.newsweek.com (27/12/16), ternyata kebanyakan mualaf di Kuba menemukan Islam setelah berdiskusi dengan siswa atau diplomat dari negara-negara mayoritas Muslim yang berkunjung ke Kuba.

Osman Reyes, salah seorang mualaf di Kuba mengaku baru masuk Islam pada bulan Juni 2015. Menurutnya, agama Islam membantunya merasa lebih bebas.

Reyes mengaku tinggal di daerah kota Camaguey, dimana ada sebuah masjid sederhana di dalam rumah pribadi pada awal 2000-an.

Seiring bertambahnya mualaf disana, saat ini Kuba mempunyai Islamic Centre di Havana yang dibuka Juni 2015 lalu. Disana juga terdapat imam dan guru yang akan membimbing dan mengajarkan Islam kepada Muslim Kuba yang sebagian besar adalah mualaf.

Top