Lelawa, Ketika Pasukan Khusus Indonesia Dikenang Lewat Kisah Heroik Mereka

Komentar

Film Lelawa akan digarap dan disutradarai Angga Dwimas Sasongko. Bercerita tentang pasukan khusus Indonesia yang melakukan misi penyelamatan pembajakan pesawat oleh sekelompok teroris. Produser Chanex Ridhall Pictures Rosa Rai Djalal mengatakan, pihaknya menggarap film tersebut untuk memberi nuansa yang berbeda pada perfilman dalam negeri. Sebab, kata Rosa, film laga Tanah Air jarang yang mengangkat kisah heroik pasukan khusus Indonesia.

"Saya melihat film action di Indonesia belum terlalu banyak. Kami ingin memberikan warna lain," ujar Rosa

Baca juga : Mencerahkan Pagi Sebelum Beraktifitas dengan Kutipan Film Sang Pencerah

Lelawa, jelas Rosa, adalah sebuah kata sandi yang dipakai oleh pasukan khusus. Namun, Rosa belum mau berbicara apakah pihaknya akan melibatkan kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung sebagai pasukan khusus dalam film itu.

"Kami sudah ada perbincangan (dengan kesatuan mana), tapi masih terlalu dini dibicarakan," kata Rosa.

"Pasukan elit Indonesia banyak dan diakui oleh dunia. Tapi, banyak masyarakat yang tidak tahu. Kami ingin masyarakat Indonesia mengenal dan bagaimana mereka beraksi," kata dia.

Rencananya, proses shooting film Lelawa akan dimulai pada 2017. Lokasi shooting akan berlangsung di beberapa kota di Indonesia dan Penang (Malaysia).

Lebih lanjut Rosa mengatakan, film tersebut terinspirasi dari kejadian pembajakan pesawat pada 1981.

Ketika itu, pesawat DC9 milik Garuda dibajak di Bandara Mueang, Bangkok, Thailand pada 31 Maret 1981. Pesawat dengan sebutan "Woyla" itu dikuasai kelompok yang menamakan diri Komando Jihad.


Baca juga : Hwarang, Drama Terbaru Anggota Running Man si Asia Prince yang Paling Ditunggu!

Saat itu, pasukan Grup 1 Para Komando dari Komando Pasukan Sandi Yudha (Koppasandha, sekarang bernama Kopassus) yang dipimpin Letkol Infanteri Sintong Panjaitan melakukan operasi pembebasan.

"Film ini mengenai pembajakan pesawat, ada kejadian nyata sekitar tahun 80-an pasukan elit Indonesia berhasil dalam misinya," ucapnya.

Selain mengandeng Angga, Rosa mengatakan bahwa mereka juga mengaet penulis skenario Salman Aristo untuk meramu naskah dan skenarionya. nArtis kenamaan yang main dalam film tersebut adalah Chicco Jerikho, Arifin Putra, dan Lukman Sardi. Film itu diproyeksikan akan tayang pada Desember 2017.
Top