Kisah Roby Anggota Pramuka yang Meninggal Tenggelam Setelah Menolong Temanya

Penulis Penulis | Ditayangkan 06 Dec 2016

Kisah Roby Anggota Pramuka yang Meninggal Tenggelam Setelah Menolong Temanya

Pemakaman Roby Aditya, siswa SMA Negeri 4 yang tenggelam di Dam Sei Ladi, sore, diwarnai isak tangis teman-temannya, seperti yang dilansir dari kompas.com.

Rekan-sekan satu sekolah dan sama-sama beraktivitas di Pramuka terlihat syok. Sebagian mereka, termasuk guru dan pembina pramuka, memberi hormat saat prosesi pemakaman. Mereka bahkan tidak mau meninggalkan pusara sahabatnya itu di TPU Sei Temiang hingga menjelang maghrib, seperti yang dilansir dari kompas.com.

Sebelumnya, saat jenazah Roby tiba dengan ditandu oleh sejumlah polisi, kawan-kawannya menangis, begitu juga guru-gurunya. Bahkan ada yang lemas dan pingsan.

Seorang sahabat Roby yang pingsan bernama Ziko. Menurut teman yang lain, Ziko adalah teman yang ditolong Roby saat mereka melakukan hiking di hutan tersebut.

Singgih Siswono dan Rizky Dian, teman sekolah Roby bercerita, mereka sama-sama anggota Saka Bhayangkara.

Roby adalah pramuka yang trampil, disiplin dan penolong. Rizky juga tetangga Roby tak menyangka jika sahabat karibnya itu pergi dengan cepat.

Namun dia mengatakan, sebelum mengikuti jelajah hutan, Minggu kemarin, perilakunya sedikit aneh.

Dia tampak tak banyak bicara, padahal biasanya Roby ini sangat aktif dan menyenangkan dalam kegiatan apapun.

"Kami semua sudah biasa mengikuti kegiatan seperti ini. Tidak berat. Hanya menjelajah hutan dan melewati beberapa rintangan yang biasa dilakukan anak pramuka. Namun kemarin saya dan Roby berbeda regu," kata Rizky.

Kejadian tenggelamnya Roby itu sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu Roby ingin menyelamatkan Ziko yang terjatuh dari sebuah titian yang patah.

Roby langsung tergerak untuk membantu Ziko yang tidak bisa berenang.

Ziko sendiri selamat, sedangkan Roby kelihatanya lelah dan pingsan di dalam air.

"Saya sempat memegang tangan Roby dan menariknya, namun pegangan tangan kami terlepas dan Roby seperti ada yang menarik gitu," kata Rizky.

Rekan-rekannya panik melihat Roby langsung tenggelam ke dalam air.

Mereka langsung berusaha menyelam mencari Roby. Namun Roby tidak ditemukan.

"Padahal pencarian kami lakukan sampai satu jam lebih", kenang Rizky.

Karena Roby belum ditemukan juga, lalu Rizky menelusuri hutan bersama anggota lain untuk mencari bantuan. Mereka pun keluar ke jalan tempat mereka masuk pertama.

Namun, dalam kekalutan itu mereka justru tersesat. Ketika sudah malam, mereka muncul di sekitar Hotel Vista.

Rizky langsung berlari ke Rumah Sakit Awal Bros untuk meminta bantuan agar segera menolong sahabatnya itu.

"Ada yang bisa berenang atau yang punya alat berenang? Tolong teman saya ada yang tenggelam di Sei Ladi. Saya juga minta bantuan untuk hubungi Basarnas dan polisi," kata Rizky saat itu.

"Setelah itu saya melihat ada mobil ambulans lewat, lalu saya stop dan meminta kepada petugas di ambulans itu agar segera membantu teman saya yang tenggelam dan menghubungi pihak yang berwajib."

Barulah malamnya, Tim SAR dan kepolisian dari Polresta Barelang melakukan penyisiran di Sei Ladi mencari Roby yang tenggelam.

Namun, mereka gagal menemukan Roby sehingga pencarian akhirnya dihentikan.

Rizky sangat terpukul dengan kematian Roby karena mereka bersahabat karib sejak SMP dan terus bersama sampai SMA.

"Dimana ada Roby, saya juga selalau ada. Apapun kegiatan Roby, saya juga ikut," kata Rizky.

"Saya dan Roby teman satu sekolah mulai semenjak SMP sampai SMA. Dia orangnya baik, tapi untuk ektrakulikuler di lapangan, dia lebih unggul dibanding pelajaran di kelas. Roby anaknya juga suka bercanda, apalagi sama saya," ujar Rizky.

Tiba-tiba Rizky menangis.

"Saya teringat dengan kata-katanya. 'Jika saya melihat ada orang yang tenggelam, akan saya tolong walaupun saya tidak pandai berenang'," ujar Roby seperti ditirukan Rizky.

Hal itu yang membuat dia teringat, kenapa Roby rela mempertaruhkan nyawanya menolong teman yang tenggelam, padahal dia sendiri tidak bisa berenang.

Jasad Roby ditemukan setelah pencarian sekitar satu jam lebih oleh tim SAR dan Tagana Kota Batam. Menurut anggota Tagana, Yenny, jasad Roby ditemukan di posisi tempat dia tenggelam.

Namun, karena Roby berpakaian PDL pramuka lengkap, diduga hal itu membuat tubuhnya berat dan mudah tenggelam.

Apalagi lokasi tempat Roby tenggelam memang cukup dalam, sekitar 5 meter.


"Dia ditemukan di lokasi tempat ia tenggelam, tidak hanyut. Tapi mungkin karena di pinggiran dam, tubuhnya terlilit akar pohon," kata Yenny.
SHARE ARTIKEL