Ketika Profesor Hanya Bisa Terdiam, Mendengar Jawaban Ibu yang Dia Larang Bawa Anak Ke Kampus

Mengikuti kuliah sebagai mahasiswa muda saja jadi hal yang susah untuk dilakukan beberapa orang.

Alasannya pun bermacam-macam, dari malas hingga tak suka dengan dosen.



Apalagi jika sudah menyandang status sebagai ibu rumah tangga.

Lebih sulit lagi jika sudah menjadi seorang ibu, namun harus tetap masuk kuliah.

Kebayang kan susahnya mengurus pekerjaan rumah, mengurus anak dan masih harus mengikuti pelajaran di kampus.

Membawa anak saat kuliah sudah menjadi hal yang bisa bagi sebagian orangtua.

Tapi, beberapa ibu masih beruntung jika bisa menitipkan anak mereka pada keluarga atau teman.

Atau mereka bisa juga menyewa babysitter untuk merawat anak selama mereka kuliah.

Namun, tak semua seberuntung itu untuk bisa menikmati hal tersebut.

Mengajak buah hati untuk masuk kelas sudah menjadi resiko para mahasiswa yang sudah menikah dan punya anak sebelum lulus.

Apalagi kalau kamu adalah single parent alias orangtua tunggal.

Mereka harus menyelinap ke dalam perkuliahan sambil membawa anaknya.

Apakah mudah? Tentu saja tidak.

Sebagian penghuni kelas mungkin senang dengan adanya mereka dalam kelas, tapi tidak semuanya.

Karena banyak orang masih menganggap kehadiran anak kecil di kelas bisa mengganggu ketenangan kelas.



Tak hanya sesama mahasiswa, tapi dosen pun ada yang berpikiran demikian.

Nasib malang harus menimpa seorang mahasiswa yang membawa putrinya saat mengikuti perkuliahan.

Dilansir tribunnews.com Jazz Jamal harus rela diusir keluar oleh profesor yang mengajar karena membawa buah hatinya masuk ke dalam kelas.

Saat memasuki kelas, putri Jazz terlihat sangat bersemangat.

Dia bahkan menyapa semua mahasiswa.

Hal inilah yang dianggap mengganggu oleh profesor Jazz.

Dia meminta Jazz dan anaknya untuk keluar dan akan mengijinkan dia kembali saat anaknya bisa tenang.

Namun, perempuan yang mengenakan hijab ini langsung merespon dengan kalimat-kalimat yang membuat sang dosen bungkam seketika.



Inilah hal-hal yang Jazz sampaikan pada sang profesor laki-laki tersebut.

1. Jika profesor mau membayar untuk jasa penitipan anak, Jazz akan kembali tanpa membawa anaknya.
2. Jika profesor memindahkannya ke negara lain dan membelikannya tanah, membelikan anaknya kuda dan apapun yang dia mau, Jazz dan anaknya tak akan kembali ke kelas.
3. Jika profesor mau merawat Jazz dan sang anak sepenuhnya.
4. Jika profesor membayar uang kuliahnya.
5. Jika profesor memberinya nilai A di semester ini, dia akan pergi dan tak akan kembali.

Mendengar reaksi mengejutkan dari sang murid, profesor berkepala plontos tersebut menatap Jazz dengan kaget sekaligus heran.

Akhirnya tanpa berdebat lebih jauh, dia membiarkan Jazz dan putrinya duduk kembali.

Cerita ini kemudian diunggah oleh Jazz di akun Facebook dan menjadi viral.

Jazz mengaku dia tak mau sang anak dijadikan alasan untuk meraih kesuksesannya.

Wih, berani banget ya ibu yang satu ini.

Apa kamu pernah mengalami atau melihat kejadi serupa saat kamu kuliah?
loading...
Top
loading...