Keluarga Angkat Bicara Terkait Masalah Makam Pangeran Kuningan Yang Terjepit Gedung-Gedung Besar. Ternyata ...

Komentar


Makam Adipati Jayakarta atau Pangeran Kuningan yang berada di Kawasan Kuningan Barat, sudah ada sejak abad ke-16 silam. Meski dulu berada di wilayah hutan dan rawa-rawa, tapi kini makam ulama besar yang ikut merebut Pelabuhan Sunda Kelapa dari Portugis itu ‘terjepit’ di antara Gedung Telkom Landmark Tower.

BACA JUGA : Punya Uang Ini? Bersiaplah Untuk Menjadi Jutwan Dadakan

Menurut Nahrawi, Ketua RT 11 Kuningan Barat yang juga keturunan Pangeran Kuningan. Seluruh keluarga dan keturunan tidak mempermasalahkan pembangunan gedung yang dimulai sekitar tahun 90-an. Keluarga juga tidak mempermasalahkan kondisi saat ini

“Gedung Telkom dibangun tahun 90-an, sebelumnya pernah ada pohon pinang besar. Enggak ada konflik antara pihak Gedung Telkom dan warga," ujar Nahrawi. Di Kutip Dari Viva.co.id

Ia memastikan bahwa konflik tersebut tak pernah terjadi, apalagi pihak gedung turut membantu aktivitas Masjid Al-Mubarok, tempat kegiatan doa bersama Pangeran Kuningan biasa diselenggarakan.Dahulu, masjid tersebut  surau yang dibangun oleh Pangeran Kuningan.

"Dulu mereka (pihak gedung) pernah memberi uang santunan pada kita. Selain itu juga kegiatan masjid kerap dibantu," ujar pria berumur 48 tahun tersebut.

Menurut Awi, Masjid Al-Mubarok selalu ramai dipenuhi warga untuk melakukan pengajian, setelah sebelumnya ziarah ke makam Pangeran Kuningan, masjid tersebut bakal diisi kegiatan Maulid Nabi.

"Besok itu ada Maulid Nabi, lalu nanti yang lebih ramai itu ketika haul, bertepatan dengan ulang tahun Provinsi DKI Jakarta. Adapun kegiatan pengajian, kalau kaum ibu setiap malam Kamis, sementara bapak-bapak malam Rabu dan Sabtu," ujar Nahrawi.
Top