Kasihan! Bapak Ini Jualan Roti Sambil Bawa Anaknya yang Cacat Mental

Ayah mana yang tega dengan anaknya? dalam keadaan dan kondisi apapun, setiap orang tua pasti akan berbuat apa saja bagi buah hati tercintanya. Seperti halnya penjual roti di pom bensin Ambulu, Jawa Timur.



BACA JUGA: Rasulullah Juga Akan Mengusir Umat Islam Seperti Ini di Hari Kiamat Kelak

Dikutip dari Indozone, seorang bapak berjualan roti sambil mengasuh anak perempuannya yang mengalami cacat mental. Meskipun begitu, bapak tersebut tidak malu akan kondisi putrinya tersebut. Bahkan dia juga tidak mau dikasihani oleh pembeli.

Ini diungkapkan oleh salah seorang netizen yang juga bikers, Rachmat Bayu Prasetyo melalui postingan di akun Facebooknya. "Apabila sampean pas lewat pom bensin Ambulu, atau pas isi BBM di pom bensin Ambulu, tolong sempatkan membeli dagangan roti bapak ini," tulisnya.

Dalam akun facebooknya, ia menceritakan ketika bertemu seorang ayah dan anak di pom bensin. Rachmad berharap ada orang yang menolongnya dengan membeli dagangan si bapak itu.

Rachmad juga sangat salut dengan bapak yang ditemuinya itu. Meski hidup dalam keterbatasan, ia masih ingin berusaha untuk mencari rejeki dengan berjualan tanpa meminta belas kasihan. "Beliau demi sesuap nasi rela mencari rezeki dengan cara halal dan terhormat," tambahnya. Dalam postingannya itu juga ia bercerita si bapak penjual roti itu sempat ia beri uang, namun si bapak menolak.

"Saya kasih uang, beliau tolak dan beliau jawab kulo sadean mas, pados rezeki berkah kelaaan dagang (saya berjualan mas, cari rejeki berkah dari berdagang). Salut saya lur, beliau tipe pejuang hidup yang terhormat, walau keadaan sulit pantang untuk meminta-minta," tulisnya lagi.

Dalam postingan yang diunggah pada 21 Desember lalu itu, ia juga menuliskan dirinya mendapatkan banyak pengalaman berharga dari kisah yang dialami si bapak penjual roti. Dirinya mengaku sering mengeluh tapi melihat kisah hidup bapak penjual roti ini ia pun sadar.

"Hari ini aku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, bahwa dibalik susahnya hidupku yang penuh dengan angsuran dan cicilan sana-sini, aku sering mengeluh dan merasa stres berat. Namun ternyata ada yang lebih parah dari keadaanku, namun dia tegar, kuat dan menolak belas kasihan orang lain," sambungnya.

Semangat terus ya pak jualannya.
Top