Kakiku Sayang Kakiku Malang, Maafkan Aku yang Menyiksamu Hanya untuk Lelaki


Untuk memperlihatkan bentuk tubuh yang sempurna, para wanita biasanya melakukan berbagai upaya untuk menunjang kecantikannya. Seperti diantaranya melakukan diet untuk badan ramping, mencatok rambut setiap hari agar terlihat stylish, atau menggunakan high heels dengan tinggi yang terbilang ekstrem hanya untuk memperlihatkan kaki yang jenjang. Dibalik itu semua, upaya tersebut dilakukan untuk mendapatkan kekaguman dari para pria yang akan melihatnya. Memang cukup sepadan dengan pengorbanan yang dilakukan agar terlihat cantik dan anggun. Akan tetapi bahaya didalamnya sangat mengerikan, salah satunya adalah ketika para wanita menggunakan high heels kemanapun dan tak mempunyai waktu istirahat yang cukup untuk kaki.

Baca juga : Hal Nyata Perusak Hubungan, Bukti Smartphone Lebih Berbahaya daripada Sex Buruk!

Riset menunjukkan, masa sekarang, makin banyak yang harus melewati pembedahan kaki sebelum usia 40 tahun, dan kebanyakan merupakan wanita. Menurut Frank Valente, D.C., kiropraktor dari Manhattan, secara umum, luas penampang tumit perempuan tak seluas laki-laki dan sendinya pun tak sekuat pria. Ditambah lagi, sikslus menstruasi yang tidak teratur, serta diet rendah lemak juga bisa mengurangi massa tulang, membuat perempuan rentan terkena cedera pergelangan kaki, serta dislokasi tulang kaki.

Tekanan itu berarti menyebabkan jari-jari terjepit di tempat yang sangat sempit, dan akhirnya bisa menyebabkan kaki kapalan, atau bahkan tulang mencuat di sisi telapak kaki. Selain itu, penumpukkan beban berat pada kaki bisa menyebabkan otot betis memendek, dan pada akhirnya mengecil, membuatnya sulit dipakai jalan, bahkan jika terkadang sudah menggantinya dengan sepatu berhak datar.

Baca juga : Bukan Cuma Istilah Cantik, Jika Termasuk "Tiger Mom", Ketahui Terlebih Dahulu Dampaknya untuk Anak!

Berikut ini adalah bagaimana caranya menjaga agar kaki tetap bisa beristirahat dan mencegah terjadinya hal-hal yang buruk karena high heels. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1. Cobalah untuk tidak berjalan atau berdiri terlalu lama dengan sepatu berhak lebih dari 2 inci. Hindari berdiri lebih dari 4 jam. Jika Anda terpaksa melakukan hal itu, begitu sampai di rumah, kompreslah dengan air dingin untuk mengurangi pembengkakan atau sakit.

2. Kaki masih bisa berkembang dan membesar meski sudah dewasa, khususnya usai kehamilan, dan akan berada pada ukuran terbesar di malam hari, jadi, biasakan membeli sepatu di malam hari. Pastikan Anda selalu mengukur ulang kaki Anda sebelum membeli sepatu.

3. Untuk memberi bantalan nyaman pada tumit, selipkan insole ortopedi di bagian dalam sepatu hak datar (bisa didapatkan di toko-toko sepatu khusus, seperti Scholl atau apotek). Namun, bantalan gel lebih cocok untuk sepatu hak tinggi.

4. Kaki merupakan sistem penyangga tubuh yang paling penting. Kaki memang bisa menyangga tubuh Anda, bahkan menarik barang berat jika dibutuhkan. Tetapi, setiap kilogram tambahan berat tubuh akan memberikan beban tiga kali lipat pada pergelangan kaki. Upayakan Anda tidak menambah berat tubuh demi kesehatan kaki Anda juga.

5. Untuk menjaga kesehatan tungkai, lakukan peregangan, seperti mencoba menulis alfabet dengan kaki seperti menunjuk dengan ibu jari, gunanya untuk memijat otot-otot kaki, cara lain, sambil duduk, letakkan bola tenis di bawah telapak kaki Anda, lalu gulingkan bola tersebut tapi jangan sampai lepas.
Top