Jika Sudah Menyerah Mengurus Anak Nakal, Ini Satu-Satunya Cara Tepat yang Bisa Dilakukan

Komentar

Ilustrasi anak yang nakal

Menjadi orangtua memang tak mudah. Tak hanya mengajari namun setiap gerak-gerik kita harus baik, karena anak akan mencontoh apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan.

Yang sudah mengalami, pasti saat ini tak perlu membayangkan repotnya mengurus anak, apalagi lebih dari satu. Si kakak anteng, bisa-bisa si adik menjerit, atau si adik diam, ternyata kakak yang berulah. Wah, kalau sudah seperti ini, bagaimana ya?

Moms, punya anak banyak memang merupakan karunia yang tak ternilai harganya. Namun, perjuangan mengurusnya juga ekstra besar.

Sani B. Hemawan selaku psikolog anak mengungkapkan, terdapat persepsi kesalahan orangtua dalam mengurus anak banyak. Yakni, menjadikan si kakak terlibat untuk bertanggung jawab mengurus adik.

"Kalau terlalu banyak melibatkan kakaknya mengurus adik, ya tidak benar juga. Karena, kakaknya 'kan juga harus tumbuh sesuai usia mereka. Bukan tanggung jawab kakak mengurus adik," ucap Sani dikutip dari Okezone.

Tanggung jawabnya tetap bertumpu pada orangtua. Kasihan anak paling besar kalau mereka kehilangan masa tumbuh kembang atau masa remaja jika harus menggantikan peran orangtua mengurus adiknya yang kecil.

"Tapi kalau terlibatnya sebatas mengajak adik main, jalan-jalan, atau menemani itu tidak masalah. Namun, lain halnya bila si kakaknya memang senang menyuapi adik, memandikan, dan lain sebagainya, ya itu boleh saja," tutur psikolog jebolan Universitas Indonesia ini.

Baca Juga: Murka Allah itu Nyata! Tendang Ibunya Sampai Menangis, Perempuan ini Kejang-Kejang dan Melolong

Dan fakta bahwa tidak semua anak memiliki sikap penurut dengan orangtua. Ada beberapa yang nakal dan juga sulit diatur. Dalam hal ini Anda sebagai orangtua harus memilih jalan yang tepat.

Jangan sampai Anda mengatasi masalah ini dengan cara yang salah. Sehingga dapat membuat anak Anda lebih bandel dan sulit diatur.

Sebagai orangtua, Anda harus berfikir secara bijak. Lakukan tugas Anda sebagai orangtua yang tegas tetapi dengan cara yang tepat. Jangan biarkan anak Anda tumbuh manja dan jangan pula membiasakan anak-anak dengan kekerasan.

Bagi Anda para orangtua yang memiliki anak nakal dan susah diatur, ini dia tips yang dapat Anda lakukan:

1. Lakukan Pendekatan

Saat anak Anda sedang rewel dan sulit diatur, jangan langsung menggunakan kekerasan. Kekerasan tidak akan menjadi jalan keluar terbaik untuk anak Anda yang nakal. Hal pertama yang dapat Anda lakukan yaitu dengan melakukan pendekatan.

Cara mengatasi anak nakal yang susah diatur ini memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Lakukan pendekatan secara halus kepada anak. Berikan nasihat-nasihat bijak sehingga anak dapat berfikir lebih baik. Kesabaran Anda harusnya akan dijadikan juga contoh bagi anak.

2. Tunjukkan Tekad Yang Kuat

Mendidik anak yang nakal selanjutnya yaitu dengan menunjukkan tekad Anda yang kuat. Saat Anda dan anak Anda harus beradu pendapat, jangan mudah menyerah. Terus tunjukkan keinginan Anda agar anak Anda dapat mengetahuinya. Jika Anda terlalu sering kalah berdebat atau beradu pendapat dengan anak, anak akan lebih sulit diatur.

Anak akan mengetahui batasan Anda sebagai orangtua. Cara mengatasi anak nakal yang susah diatur ini juga harus didukung dengan memberikan contoh-contoh yang baik.

3. Buat Peraturan Khusus

Langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan untuk mengatur anak yang nakal adalah dengan membuat peraturan khusus. Buatlah aturan yang dapat memberikan konsekuensi pada anak ketika melakukan hal-hal yang nakal.

Selain itu buat juga perjanjian akan memberikan hadiah jika anak tidak nakal. Semua itu harus Anda sampaikan kepada anak dengan cara yang tepat. Cara mengatasi anak nakal yang susah diatur ini jangan disertai dengan kebohongan. Contohnya saja saat anak sudah menurut dengan perkataan orangtua dan dijanjikan sesuatu. Maka sebaiknya sebagai orangtua Anda harus menepati janji Anda. Oleh sebab itu, sebelum membuat perjanjian pastikan bahwa Anda dapat menyanggupi permintaan anak Anda. Jika tidak maka cari pengganti lainnya.

Pada intinya, jangan pernah memberikan harapan palsu kepada sang anak. Buatlah janji yang pasti dapat Anda tepati. Contohnya saja seperti berkunjung ke tempat hiburan, membelikan mainan atau makanan dan lain sebagainya. Yang lebih penting adalah jangan membiasakan anak menerima perlakuan kasar dari orangtua. Cara ini dianggap sangat salah karena tidak efektif sama sekali. Bahkan akibatnya dapat membuat anak lebih nakal lagi.
Top